• April 22, 2026

Kedutaan Saudi di Jakarta membantah adanya rencana pertemuan antara Raja Salman dan FPI

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Kedutaan Besar Saudi mengatakan informasi yang tersebar luas di media sosial tidak benar.

JAKARTA, Indonesia – Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta membantah informasi yang beredar di media sosial bahwa ada rencana pertemuan antara Raja Salman Abdulaziz Al-Saud dan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Kedatangan Raja Salman ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang merupakan kunjungan balasan dan menunjukkan perasaan persahabatannya dengan Indonesia.

Sebelumnya pada tahun 2015, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengundang Raja Salman berkunjung ke Indonesia saat berkunjung ke Arab Saudi. Saat itu, Jokowi ingin meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi menyampaikan, kunjungan Yang Mulia Dua Hamba Kota Suci – Khodim Al-Haromain Al-Syarifain – Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud ke Indonesia dilakukan untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo. .pada kunjungannya tahun 2015,” kata perwakilan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melalui keterangan tertulis yang diperoleh Rappler, Jumat, 27 Januari.

Untuk itu, Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menilai informasi yang beredar di situs jejaring media sosial tidak benar. Sebelumnya, Sekjen FPI Roman Chaidir Hasan Bamukmin menyampaikan kepada media soal pemberitaan rencana pertemuan Rizieq dengan Raja Salman. Meski informasi tersebut belum terkonfirmasi, mereka telah menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan pimpinan negara petrodolar tersebut.

“Kami siap. Namun belum bisa dipindahtangankan karena belum memperbaikikata Romawi media.

Bahkan, Novel menegaskan, rencana pertemuan tersebut bukan dari FPI, melainkan dari pemerintah Saudi.

“Kami TIDAK meminta untuk bertemu “Kalau ada pertemuan pasti akan kami layani dengan baik,” ujarnya seraya menambahkan informasi tersebut sudah tersebar luas di kalangan anggota dan simpatisan ormas keagamaan tersebut.

Kunjungan Raja Salman pada awal Maret mendatang akan menjadi peristiwa bersejarah karena terakhir kali terjadi pada tahun 1970. Saat itu, pesawat kerajaan yang membawa Raja Faisal bin Abdulaziz mendarat di Bandara Kemayoran. (BACA: Raja Salman dari Arab Saudi Akan Kunjungi Indonesia Awal Maret)

Dalam pidato Raja Faisal bin Abdulaziz saat berkunjung ke Indonesia pada tahun 1970, beliau menekankan adanya persahabatan yang tulus antara Arab Saudi dan Indonesia. Ini adalah realitas sejarah yang tidak dapat dipungkiri. “Menyangkal kenyataan tersebut seperti mengingkari keberadaan matahari di siang hari bolong,” kata Raja Faisal pada tahun 1970, seperti dikutip dari keterangan tertulis KBRI di Riyadh.

Dalam kunjungan bersejarah ini, Raja Salman akan membawa rombongan dalam jumlah besar. Rencananya akan banyak kerja sama yang dibicarakan oleh pemimpin kedua negara. – Rappler.com