Kisah mantan anggota boy band yang menjadi tukang ojek online
keren989
- 0
Vicky sempat tergabung dalam grup vokal Hunterboyz sebelum beralih karier menjadi tukang ojek online
BANDUNG, Indonesia —Di tengah kerumunan pengemudi angkutan on line yang melakukan aksi protes di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Senin 16 Oktober 2017, nampaknya merupakan sosok yang cukup menarik.
Penampilannya tidak terlihat seperti itu pengemudi daring secara umum. Berkulit putih dengan wajah oriental dan rambut berwarna jagung, gayanya bak member Boy band Korea. Tak lupa kacamata menghiasi wajahnya yang membuatnya semakin stand out.
Namanya Vicky. Di antara teman-teman ojek on line, dia dipanggil Vicky Ule. Namun dulu pemuda ini memiliki nama panggung Vicky HB, singkatan dari Hunterboyz, sebuah nama Boy band yang bermula dari era ketika grup vokal pria sedang populer. Hunterboyz ada dalam daftar nama boyband-boyband yang lain, seperti SMASH dan Dragon Boys.
Iya, Vicky memang mantan member Hunterboyz, Boy band yang tergabung dalam manajemen Kevin Aprilio. Hunterboyz mengeluarkan tiga lajang dan sering tampil di televisi. Khususnya Boy band Itu dikontrak oleh stasiun TV swasta. Vicky menjalani kehidupan glamor di mana uang sangat mudah didapat.
Tapi karirnya ada di dunia hiburan itu memudar seiring berakhirnya era Boy band di negara. Jalan hidupnya kemudian membawanya menjadi seorang tukang ojek on line.
“Sekarang karena Boy band Sudah tidak musim lagi, jadi setiap member jadi model, akting di sinetron atau FTV. Aku juga pernah seperti itu. “Setelah keluar dari grup, saya melanjutkan FTV, sesekali berakting di sinetron, dan juga iklan bersama rekan-rekan lainnya,” kata Vicky saat ditemui Rappler di tengah aksi protes.
Vicky memutuskan meninggalkan kehidupan glamornya dan memilih kembali ke Bandung, kampung halamannya. Pada tahun 2016, Vicky bergabung dengan salah satu penyedia jasa transportasi on line menjadi Pengelola ojek on line.
“Saya ikut ojek on line karena menurutku penghasilannya bagus sekali,” kata Vicky menjelaskan alasannya.
Kehidupan yang dia jalani sekarang sangat berbeda dengan dunia yang dia jalani. Namun Vicky melakukannya dengan senang hati karena merasa mendapat banyak pelajaran hidup.
Pemuda berusia 29 tahun ini sangat merasakan kuatnya persaudaraan dan solidaritas antar pembalap on line. Bahkan Vicky kini paham perjuangan mencari nafkah. Vicky juga tergabung dalam Persatuan Pengemudi Bandung Raya (HDBR).
“Dibandingkan dengan dunia hiburan, katanya penghasilannya jauh ya jauh. Hanya saja aku tidak bisapengelolaanitu bagus Hasilkan lebih banyak, belanjakan lebih banyak karena gaya hidup. Tapi di on lineDok, saya merasa untuk dapat uang, untuk dapat uang, pertama-tama saya harus berjalan satu kilo, dua kilo, baru dibayar. Nah, di sana saya merasa uang sulit didapat. “Jadi saya mulai mengurangi kebutuhan saya dan menabung lebih banyak,” katanya.
Vicky tak memungkiri, masih ada masyarakat yang menganggap remeh profesi tukang ojek on line. Namun hal itu tidak membuatnya bangga melakukan pekerjaan ini. Ia berpegang pada prinsip bahwa apa yang dilakukannya halal.
“Saya tidak bangga. Saya hanya akan mengambil sisi positifnya. Bagaimanapun “Kami berdua berhak mendapatkan penghidupan yang halal,” kata Vicky yang telah bekerja di berbagai jenis profesi.
Saking tampannya, Vicky mengaku kerap mendapat pengalaman menarik saat mengangkut penumpang. Ada yang meragukan dirinya seorang tukang ojek, ada juga yang menyuruhnya menjadi artis. Tak jarang penumpang perempuan menanyakan nomor lagidia.
“Ibu-ibu suka bertanya: ‘Kenapa ibu mau jadi tukang ojek?’ on line, meskipun dia hanya seorang seniman.’ “Oh, sama saja dengan yang kubilang,” kata Vicki.
Tentang keterlibatannya dalam demonstrasi pengemudi on lineVicky merasa harus bersaing memperjuangkan keberadaan transportasi on line di Jawa Barat. Selain memperjuangkan penghidupan, Vicky mengaku memperjuangkan hak masyarakat untuk memilih transportasi yang aman, nyaman, cepat, dan terjangkau.
“Mudah-mudahan ada kebijakan dari Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat yang memberikan kebebasan kepada setiap warga negara dalam memilih transportasi, begitu pula setiap pengelola angkutan umum, on line“Taksi atau angkutan apa pun di Bandung bisa bersaing secara sehat dan kondusif,” kata Vicky.
Meski dia mengakuinya menikmati Menjalani profesinya sebagai tukang ojek, namun Vicky belum sepenuhnya melupakan dunia seni. Ia mengaku akan kembali menekuni profesinya sebagai entertainer, khususnya di bidang tarik suara.
Oke, kami tunggu karyamu, Vicky! —Rappler.com