Kisah Ramadani Oktavianto, boneka cilik yang pergi ke kampung halaman Jakarta
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Rama pun bertekad meminum air mentah untuk menghemat uang untuk datang ke Jakarta.
JAKARTA, Indonesia – Ramadani Oktavianto, usianya yang baru 12 tahun, namun kisah keberaniannya membuat Bonek-Bonek, salah satu peserta aksi Gruduk Jakarta, geleng-geleng kepala.
Berangkat dari Blitar, Jawa Timur, pada Jumat, 29 Juli sore, ia baru tiba di Jakarta pada Senin sore, 1 Agustus. Dengan bus, truk terbuka, Rama harus naik turun dan berpindah gigi sebanyak delapan kali.
“Saya waktu itu hanya membawa Rp 50 ribu. Selamat tinggal yang sama mungkin e (mbah, red.) Ayah memberi saya uang,” kata siswa kelas VI SDN 2 Turi, Blitar itu.
Dengan hanya satu set pakaian yang menempel di tubuhnya dan tas robek disana sini, anak laki-laki bernama Rambo itu pun berangkat.
“Uang yang sampai ke Jakarta hanya Rp 20 ribu. Masih ada beberapa yang tersisa tidak Saya hanya makan sekali sehari, minum air mentah (minum air mentah),” ujarnya.
Sesampainya di Jakarta, Rambo beruntung mendapat simpati dan kasih sayang dari rekan-rekan Bonek yang tinggal di ibu kota dan tergabung dalam Bonek Jabodetabek.
“Saya mendapat pakaian dan tas. Masih bagus meski dipakai. “Ada di dalam tas,” kata Rambo sambil membuka isi tas.
Selama di Jakarta, ia tidur di rumah Hikam, Bonek Jabodetabek, dan dalam pengawasan Handoyo.
Cerita dan kondisinya menarik perhatian. Karena kasihan, banyak orang yang akhirnya memberinya uang, meski jumlahnya tidak banyak.
Sebelum pulang bersama rombongan dari Stadion Tugu, Jakarta Utara, Kamis 4 Agustus lalu, Rappler bertemu dengan Rambo. Berpenampilan lebih rapi, memakai sandal dan pakaian lainnya, ia mengaku senang bisa berangkat ke Jakarta.
“Sudah waktunya aku pergi TIDAK punya uang “Sekarang aku punya banyak uang,” katanya lalu tertawa.
Bocah yang mengidolakan Andik Vermansah ini mengaku mendapat makanan dan uang dari Bonek di Jabodetabek. Ia tak malu mengaku mendapat penghasilan hingga Rp 300 ribu di hari pertama di Stadion Tugu.
“Uangku banyak mas, sekarang aku punya uang di rumah, senangnya bisa datang ke Jakarta. “Tapi itu bukan demo untuk PSSI e,” ucapnya ala Bonek yang dewasa.
Ia berharap Persebaya bisa bersaing dan Andik Vermansah bisa kembali ke Persebaya nanti. Harapannya bisa ke stadion untuk menyaksikan pertandingan tersebut.
Rambo memang Bonek kecil, saat rombongan lain dipulangkan dengan kereta api, dia menolak membeli tiket. Rama memilih pulang bersama tim estafet yang diangkut dengan bus yang disediakan Polda Metro Jaya.
“Saya tidak mau naik kereta. “Aku ingin jalan-jalan lagi dengan teman-teman Bonek yang lain,” tegasnya.-Rappler.com
BACA JUGA: