• April 27, 2026
KPK berharap Kapolri Tito kooperatif dalam pemberantasan korupsi

KPK berharap Kapolri Tito kooperatif dalam pemberantasan korupsi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

KPK akan menjadi inisiator pemberantasan tindak pidana korupsi

Jakarta, Indonesia – Agus Rahardjo, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berharap Kapolri baru Jenderal Tito Karnavian bisa bersinergi dalam memberantas tindak pidana korupsi.

“Mudah-mudahan Tito bisa bersinergi dengan KPK terhadap tipikor (tindak pidana korupsi). Jadi lebih efektif,” kata Agus, Kamis, 14 Juli, di sela-sela acara serah terima jabatan Kapolri di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Pada awal tahun 2015, KPK berselisih dengan Polri Kapan Penyidik ​​Polri tetapkan Ketua KPK Abraham Samad sebagai tersangka pemalsuan dokumen dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto diduga memberikan keterangan palsu di pengadilan.

Penetapan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto sebagai tersangka terjadi kurang dari dua pekan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Budi Gunawan, yang saat itu ditetapkan sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo, sebagai tersangka korupsi.

Agus juga mengatakan KPK akan menjadi inisiator pemberantasan korupsi.

Dalam waktu dekat, kata Agus, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengundang Polri dan Kejaksaan Agung untuk memperkuat tindak pidana korupsi.

“Kami akan mengadakan pertemuan rutin. Kami akan merencanakannya nanti. “KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri agar pemberantasan korupsi lebih efektif,” kata Agus.

Agus menilai Tito sebagai sosok yang bebas korupsi.

Dalam sebuah pertemuan pengujian yang sesuai dan tepat bersama Komisi III DPR akhir Juni lalu, Tito menyatakan akan mewajibkan petinggi Polri melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Sangat kooperatif. Selain itu, kemarin Pak Tito mengatakan, bagi yang tidak melaporkan LHKPN akan dikenakan sanksi. “Itu jauh lebih baik,” kata Agus.

Penyerahan tongkat estafet

Jenderal Tito Karnavian menerima tongkat estafet Polri dari Jenderal Badrodin Haiti pada Kamis, 14 Juli pukul dalam sebuah acara di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Penyerahan tongkat estafet diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2016 tentang Pemberhentian Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Setelahnya, Tito dan Badrodin yang berada di podium utama langsung menyerahkan lambangnya yakni spanduk Tri Brata Polri.

Usai aksi unjuk rasa, keduanya menandatangani dokumen serah terima dan perjanjian integritas Kapolri.

Penyerahan surat tersebut disaksikan oleh orang lain Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menko Maritim Rizal Ramli, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Jaksa Agung M Prasetyo, serta Ketua KPK Agus Rajardjo. – Rappler.com

Togel SDY