• April 15, 2026

Kunjungi Masjid Agung Xi’an, masjid terbesar di China

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ada tiga cerita tentang bagaimana Islam mulai menyebar di ibu kota kuno Tiongkok

XI’AN, China – Pintu masuk kompleks Masjid Agung Xi’an dijajari ratusan toko dan restoran yang menjual berbagai jajanan dan cinderamata. Masjid dengan arsitektur kuno mirip kuil Tiongkok ini ibarat magnet dan menjadi pusat destinasi wisata utama di kota Xi’an, ibu kota provinsi Shaanxi, tepat di tengah Tiongkok Raya.

Saat Rappler berkunjung ke sana, pada Rabu 25 Oktober 2017, menjelang waktu salat Asar, ribuan orang berkumpul di sepanjang Jalan Huajue yang berarti “Berubah Perasaan”, tempat berdirinya masjid berusia kurang lebih 1.275 tahun itu. Masjid Agung Xi’an merupakan masjid tertua di Tiongkok. Masjid ini merupakan peninggalan sejarah penting dan masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO pada tahun 1985

Menurut Imam Besar Masjid Agung Xi’an, Haji Ismail Ismer, pembangunan masjid tersebut dimulai pada tahun 742 atau abad ke-8 M pada tahun pertama Pemerintahan Kekaisaran Tia Bo Xuanrong Dinasti Tang. Pertama, bagian depan masjid menggambarkan arsitektur pada masa itu.

“Sejak awal kaisar menyediakan tanah untuk membangun masjid ini. “Bisa dibilang, ribuan tahun yang lalu, Kekaisaran Tiongkok mendukung perkembangan Islam,” kata Haji Ismail. Kota Xi’an adalah ibu kota pertama Tiongkok.

Perkembangan terus berlanjut pada era Dinasti Song, Dinasti Yuan, Dinasti Qing, dan kemudian Dinasti Qing. Kelanjutan perkembangan tersebut tercermin dari beragamnya arsitektur khas Tiongkok yang dipadukan dengan arsitektur Arab. Masjid ini masih berada di tengah kota, meskipun lahannya berada di luar kawasan benteng kota.

Awal Masuknya Islam di Xi’an

Menurut Haji Ismail, yang juga ketua Asosiasi Muslim Provinsi Shaanxi, ada tiga cerita tentang bagaimana Islam masuk ke Xi’an. Pertama, pengikut Nabi Muhammad SAW berjalan jauh ke Xi’an untuk menyebarkan agama Islam. Kedua, dan diyakini paling luas, para pedagang Arab datang ke Xi’an melalui Jalur Sutra dan menyebarkan Islam di kota ini.

Ketiga, pada era Dinasti Tang, mereka terlibat perang saudara di Tiongkok. Kaisar meminta bantuan tentara Islam dari Tajil, Arab. Setelah perang usai, tentara Arab yang menikahi wanita Xi’an dari suku Han yang mayoritas di Tiongkok menetap dan menyebarkan Islam di kota ini.

Mereka kemudian menyebar ke berbagai kota di Tiongkok dan dari situlah mulai dibangun masjid-masjid di Negeri Tirai Bambu. Di provinsi Shaanxi setidaknya terdapat 150 masjid. Besarnya komunitas muslim di kota Xi’an ditandai dengan berkembangnya usaha dan aktivitas di Muslim Street, kawasan sekitar jalan menuju Masjid Agung Xi’an.

(BACA: Sholat Idul Adha di Masjid ‘Cow Street’ di Beijing)

Masjid terbesar di Cina

Selain tertua, Masjid Agung Xi’an juga merupakan masjid terbesar di Tiongkok. Masjid Agung Xi’an berdiri di atas lahan seluas 12.000 – 13.000 meter persegi. Bangunan induk masjid yang dilapisi karpet biru indah ini memiliki luas lebih dari 6.000 meter persegi.

Area masjid berbentuk persegi panjang, membentang dari Timur ke Barat dan terbagi menjadi empat area dengan taman yang indah.

Di area taman depan pertama kita bisa melihat sebuah gapura kayu berbentuk lengkung dengan ketinggian 9 meter. Dilapisi keramik antik yang sejarahnya dapat ditelusuri kembali ke abad ke-17. Tiga ruangan berjejer di sini dan sekarang digunakan untuk memajang furnitur dari dinasti Ming dan Qing.

Pada bagian kedua, di tengah, berdiri gerbang kedua yang dihiasi kaligrafi karya seniman Islam terkemuka pada masa itu. Bagian ketiga dari kompleks masjid adalah Menara Xingxin, menara yang dapat dikunjungi oleh jamaah yang ingin salat di sana.

Sedangkan bagian keempat merupakan mushola terbesar yang mampu menampung ribuan jamaah salat. Dindingnya dihiasi kaligrafi yang diukir pada batu dan kayu. Di sekeliling masjid dibangun tembok pagar yang cukup tinggi.

Tak hanya menjadi tempat ibadah 90 ribu umat Islam di Xi’an. Masjid Agung ini juga menarik wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan arsitektur khas Tiongkok. Pengunjung non-Muslim dapat menikmatinya dengan membayar tiket masuk sebesar 25 Yuan. Warga negara Muslim, gratis.

Berikut gambar Masjid Agung Xi’an:

Masjid Agung Xi'an.  FOTO oleh Uni Lubis/Rappler

Masjid Agung Xi'an.  FOTO oleh Uni Lubis/Rappler

Masjid Agung Xi'an.  FOTO oleh Uni Lubis/Rappler

Interior Masjid Agung Xi'an.  FOTO oleh Uni Lubis/Rappler

pembuat rap

slot online