• May 3, 2026

Masjid Ramlie Musofa, wujud cinta ala Taj Mahal

Selain arsitekturnya yang indah, Masjid Ramlie Musofa juga tidak menggunakan pengeras suara karena berada di lingkungan etnis Tionghoa.

JAKARTA, Indonesia — Bangunan megah berwarna putih ini menarik perhatian saya saat melewati kawasan Danau Sunter Raya Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Warna bangunannya serba putih dan berdiri kokoh di deretan kompleks perumahan elit di seberang kawasan kota yang dipisahkan oleh Danau Sunter. Jika tidak membaca tulisan yang terpampang di bagian depan, sebagian besar orang mungkin tidak akan mengira bangunan ini adalah masjid.

Masjid Ramlie Musofa. Ini adalah nama yang terpampang di gerbang masuk. Masjid ini dibangun oleh seorang mualaf keturunan Tionghoa bernama Haji Ramli Rasidin. Dia masih baru; Dibangun pada tahun 2015 dan diresmikan tahun lalu sebelum bulan Ramadhan.

Saat memasuki gerbang masjid, Anda akan disambut oleh petugas keamanan masjid yang akan menyambut Anda dengan ramah. Mereka akan selalu berkata “damai untukmu Warahmatullahi Wabarakatuh(Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya melimpah atasmu).

Berhenti untuk sholat, beirtikaf, atau sekedar berfoto, maka orang akan mengira Anda sedang berada di Taj Mahal. Mengapa tidak? Arsitektur masjid ini sangat mirip dengan Taj Mahal di India.

“Taj Mahal dibangun atas dasar kecintaan seorang raja terhadap istrinya. Begitu pula Pak Haji (Ramli) membangun masjid ini dengan harapan agar beliau mencintai Allah dan Rasul-Nya, mencintai Islam, dan mencintai keluarga, kata Asep, salah satu pengurus Masjid Ramlie Musofa.

Kecintaan Haji Ramli terhadap keluarganya diwujudkan dengan nama masjid ini yang merupakan singkatan dari nama kerabatnya yaitu Ramli Rasidin sendiri; istrinya, Lie Njoek Kim; serta ketiga anaknya; Muhammad Rasidin, Sofian Rasidin dan Fabianto Rasidin.

Masjid ini mempunyai tiga lantai. Lantai dasar digunakan untuk wudhu dan musala wanita, lantai dua untuk musala utama, dan lantai tiga untuk musala tambahan jika tidak muat di musala utama.

Selain arsitekturnya yang mirip Taj Mahal, ada satu hal lagi yang membuat masjid ini mencolok dan berbeda dengan masjid pada umumnya. Tak hanya aksara Arab dan terjemahan bahasa Indonesia yang menghiasi kompleks masjid ini, Anda juga akan menemukan aksara Mandarin dari Tiongkok. Mulai dari papan nama di bagian depan, Surat Al-Qariah, hingga ukiran Surat Al-Fatihah di kiri dan kanan tangga masuk, yang juga terpahat di dinding dekat mimbar.

“Sehingga ketika wisatawan asal Tiongkok (Tiongkok) datang berkunjung ke masjid ini bisa membaca,” kata Asep.

Keunikan Masjid Ramlie Musofa tidak hanya itu saja. Ada satu hal lagi yang membuat masjid ini berbeda. Berbeda dengan masjid pada umumnya, Masjid Ramlie Musofa tidak menggunakan pengeras suara saat azan. Hal ini sudah menjadi kesepakatan dengan warga sekitar sebelum masjid ini dibangun.

Ya, sebagai bentuk toleransi antar umat beragama, kata Asep.

MUEZIN Masjid Ramlie Musofa tidak menggunakan pengeras suara saat azan.  Foto oleh Wirawan Perdana/Rappler

Masjid Ramlie Musofa terletak di sebuah kompleks perumahan di kawasan Sunter, kawasan yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Tionghoa. Sebelum dibangun, pengurus dan RT/RW setempat menyebarkan surat pemberitahuan akan dibangun masjid di kompleks perumahan tersebut.

Pengunjung masjid ini pada hari-hari biasa tidak seramai pengunjung pada hari Jumat, hari dimana umat Islam diperbolehkan melaksanakan shalat Jumat, atau pada bulan Ramadhan. Pengunjung didominasi warga luar Sunter yang kebetulan melewati kawasan Sunter, kemudian singgah di masjid ini untuk beribadah. Seperti Tri dan suaminya misalnya.

SELFIE.  Seorang jemaah melakukan selfie usai menunaikan salat Ashar.  Foto oleh Wirawan Perdana/Rappler

“Kebetulan kita ada keperluan di Sunter, jadi sekalian kita lihat masjid ini, mau salat dan sebagainya,” kata Tri yang datang bersama suaminya asal Jakarta Timur.

Banyak juga peziarah yang tertarik berkunjung karena melihat postingan temannya di media sosial atau bahkan pemberitaan media.

Jemaah yang sudah selesai salat biasanya akan menghabiskan waktu berfoto di area masjid, menikmati sensasi berada di dalam Taj Mahal. —Rappler.com