Mengapa pilihan maskapai Garuda Indonesia dan Citilink ‘hilang’ dari Traveloka?
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
‘Hilangnya’ tiket kedua maskapai tersebut diduga disebabkan oleh perseteruan yang masih berlangsung antara Traveloka dan Garuda.
JAKARTA, Indonesia – Sejak 12 Oktober 2016, konsumen layanan reservasi tiket pesawat dan hotel Kaus kaki perjalanan mulai mengeluhkan “hilangnya” tiket dari dua maskapai besar Tanah Air, yakni Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink.
Keluhan tersebut pun ditanggapi Traveloka dengan menginstruksikan pelanggannya untuk memesan langsung dari situs resmi kedua maskapai tersebut.
Pada saat itu, Teknologi di Asia Segera menghubungi Traveloka untuk meminta informasi, dan katanya hanya kesalahan sistem kecil.
Menurut mereka, hal ini hanya bersifat sementara dan tiket dari kedua maskapai tersebut akan segera tersedia kembali di situsnya.
Sayangnya, masalah ini masih berlanjut hingga artikel ini ditulis.
“Tim kami bekerja sangat keras untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami tidak ingin konsumen menganggap kami tidak lagi bekerja sama dengan Garuda hanya karena masalah sementara ini,” kata Ferry Unardi, salah satu pendiri dan CEO Traveloka.
Berbagai sumber di industri rintisan Tanah Air mengatakan, alasan “hilangnya” tiket kedua maskapai tersebut karena perseteruan yang masih berlangsung antara Traveloka dan Garuda.
Langkah Traveloka menggelar promosi tiket murah Beasiswa Perjalanan Online Traveloka pada saat yang sama dengan Beasiswa Perjalanan Garudadikatakan sebagai penyebab masalah ini.
Promosi yang dilakukan Traveloka bisa saja berdampak negatif terhadap penjualan tiket Garuda, hingga akhirnya berujung pada boikot Garuda terhadap Traveloka, setidaknya untuk saat ini.
Namun Juru Bicara Garuda Benny S. Butarbutar justru membantah permasalahan tersebut disebabkan hadirnya promosi tiket murah sekaligus. “Kami (Garuda dan Traveloka) punya pasarnya sendiri,” kata Benny Teknologi di Asia.
Benny sendiri tidak merinci permasalahan hilangnya tiket Garuda dan Citilink di situs Traveloka, namun ia meyakinkan tidak ada kendala teknis dari kedua maskapai tersebut.
“Tidak ada masalah dengan sistem kami, Anda bisa bertanya Biro perjalanan lainnya.”
Sejauh yang kami lihat, tiket kedua maskapai ini masih tersedia di layanan pemesanan tiket lain seperti tiket Dan Nusatrip.
Didirikan pada tahun 2012, Traveloka adalah salah satu layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel terbesar di Asia Tenggara.
Meski belum diketahui secara pasti total valuasinya, namun angkanya diperkirakan mencapai US$1 miliar (sekitar Rp 13 triliun).-Rappler.com.
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di Teknologi di Asia