• April 21, 2026
Menlu Retno membantah AS sudah terlebih dahulu berkonsultasi mengenai pengakuan kota Yerusalem

Menlu Retno membantah AS sudah terlebih dahulu berkonsultasi mengenai pengakuan kota Yerusalem

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Duta Besar AS mengakui ada kesalahan terjemahan di situs resmi kedutaan

JAKARTA, Indonesia – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah adanya konsultasi antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sebelum akhirnya Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Menurut Retno, tidak pernah ada konsultasi antara dirinya dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph Donovan mengenai isu pengakuan Yerusalem.

“Saya ingin tegaskan kembali, apa maksud dari konsultasi ini? “Betul (Dubes) Amerika bertemu dengan saya, (memang) iya, karena saya telpon beliau dan yang saya sampaikan adalah posisi Indonesia yang ingin disampaikan kepada pemerintahannya,” kata Retno di sela-sela acara Bali Democracy Forum ke-10. Serpong, Banten.

Pernyataan tersebut disampaikan Retno untuk membantah klaim Donnovan dalam pernyataan tertulis dan resmi yang dimuat di situs Kedutaan Besar AS di Jakarta terkait pengakuan Yerusalem.

Sebelum Trump menyampaikan pengumuman resmi, Retno memanggil Donovan ke kantor Departemen Luar Negeri pada Senin, 4 Desember. Tujuannya, ia ingin mendengar langsung kebenaran informasi terkait rencana Trump yang memerintahkan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Saat itu, Donovan mengatakan belum ada keputusan akhir dari Gedung Putih.

“Saya telepon lagi kemarin, saya tanya apakah benar ada konfirmasi. Dia berkata: ya. Lalu saya menanyakan beberapa hal di sana, dan saya bilang ingin berbicara dengan Menteri Tillerson, kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda itu.

Pada Rabu malam, 6 Desember, Retno akhirnya berhasil berbincang dengan rekannya Rex Tillerson yang berada di Brussels, Belgia. Melalui telepon, Retno kembali menyampaikan posisi Indonesia dan menyayangkan kebijakan yang diambil Trump.

Retno juga meminta AS mengkaji ulang rencana pemindahan gedung kedutaan besarnya yang semula berada di Tel Aviv ke Yerusalem. Sebab, hal tersebut bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan membahayakan proses perdamaian Palestina-Israel.

“Jadi saya ingin tegaskan bahwa tidak ada konsultasi, yang ada adalah komunikasi yang dimulai dari Indonesia dengan menelepon duta besar AS (di Indonesia) untuk menyampaikan posisi kami, menyampaikannya ke ibu kota dan dia membawa pesan dari modal,” ujarnya.

Dalam keterangan resmi yang dimuat di situs Kedutaan Besar AS di Jakarta, Donovan mengatakan Negeri Paman Sam telah berkonsultasi dengan sahabat, mitra, dan sekutu AS, termasuk Indonesia, sebelum mengeluarkan keputusannya. Namun, ia kemudian mengatakan bahwa apa yang dimuat di situs resmi kedutaan merupakan kesalahan terjemahan dalam bahasa Indonesia.

“Saya di sini untuk mengklarifikasi adanya kesalahpahaman atas pernyataan dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia di website kami,” kata Donnovan kepada Retno.

Trump yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial dan reaktif, resmi mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada pukul 13.00 waktu Washington DC atau Kamis pukul 01.00 WIB, Rabu 6 Desember. Indonesia langsung bereaksi dan mengecam tindakan AS karena dapat membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel. Pernyataan Trump juga dinilai memprovokasi dan menimbulkan ketidakstabilan situasi di kawasan Timur Tengah.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyampaikan kritik keras di Istana Bogor, Kamis pagi. Jokowi menyatakan akan menghadiri KTT darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar pada 13 Desember di Ankara, Turki. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

Result SGP