Nikmati suara surgawi dari Vienna Boys Choir
keren989
- 0
Paduan suara yang berusia lebih dari 600 tahun ini tampil pada Sabtu-Minggu, 15-16 Oktober di Ciputra Artpreneur.
JAKARTA, Indonesia – Sebelum Vienna Boys’ Choir tampil ke publik besok, hari ini, Jumat, 14 Oktober, tampil istimewa di hadapan sejumlah awak media di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.
Paduan suara yang berusia lebih dari 600 tahun asal kota Vienna (Wina), Austria ini membawakan beberapa lagu, antara lain Oh Matahariku Dan Gloria oleh komposer Antonio Vivaldi.
Sebanyak 22 anak bernyanyi sepenuh hati dan memukau penonton. Memang benar apa yang pernah dilihat oleh Vienna Boys’ Choir sebelumnya, seperti mendengarkan suara dari surga.
Paduan suara ini bernyanyi hanya diiringi piano, namun perpaduan suaranya sungguh menenangkan. Apalagi warna suara mereka yang masih murni menyempurnakan suasana teater yang megah.
Dibimbing dan dipimpin oleh pemimpin paduan suara dari Itali, Manolo Cagnin, Vienna Boys’ Choir tampil sungguh memukau. Padahal usianya masih sangat muda, sekitar 9 hingga 14 tahun.
Selama dua hari (15-16 Oktober) Vienna Boys’ Choir menampilkan penampilannya di Ciputra Artpreneur. Manolo menuturkan, penampilan di Jakarta kali ini terasa istimewa karena sudah lama sekali Vienna Boys’ Choir tidak berkunjung ke Jakarta.
“Kami telah melakukan tur ke banyak negara. Jepang, Amerika dan Eropa. Tapi kami sudah lama tidak ke Jakarta. Hampir 25 tahun. Jadi kami pasti akan menampilkan yang terbaik besok,” kata Manolo.
Seratus anak dalam empat kelompok
Vienna Boys’ Choir saat ini terdiri dari 100 anak yang dibagi menjadi empat kelompok paduan suara yang terinspirasi oleh komposer Austria. Ada kelompok Mozart, Bruckner, Haydn dan Schubert. Grup Bruckner kali ini tampil di Jakarta.
Dalam satu tahun, Paduan Suara Putra Wina berkeliling dunia dan tampil di banyak pertunjukan. Dalam setahun, keempat grup ini mampu menggelar 300 konser di hadapan kurang lebih 500 ribu penonton.
Anggota Vienna Boys’ Choir juga terdiri dari anak-anak berusia 9-14 tahun dari 30 negara. Musisi besar dunia seperti Mozart dan Salieri, komposer Gallus dan Schubert serta Joseph dan Michael Haydn bekerja dengan Vienna Boys’ Choir.
Usai penampilan hari ini, beberapa anak memperkenalkan diri dan mereka berasal dari berbagai negara seperti Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Austria, Kanada dan Filipina.
Manolo mengatakan, setiap tahunnya mereka merekrut sekitar 20-22 anak baru untuk menggantikan anggota yang sudah beralih ke suara orang dewasa.
“Tidak ada kriteria khusus. Hal yang paling penting adalah kepribadian. Sebagai keahlian bernyanyi bisa dipelajari bersama. Namun membentuk karakter dan kepribadian agak sulit. Lagipula anak-anak ini melakukan tur keliling dunia. Dibutuhkan mentalitas yang baik untuk itu.”
Selain itu, ada beberapa syarat teknis lain yang harus dipenuhi, seperti kemampuan membaca lembaran musik dan mampu memainkan alat musik.
“Kami berasal dari banyak negara. “Suatu saat kita berharap ada anggota Vienna Boys’ Choir yang berasal dari Indonesia,” kata Manolo lagi.
Tur dengan tutor
Pertanyaan yang sering dilontarkan setiap kali mereka tampil adalah, “Bagaimana dengan sekolahnya?” Robert, salah satu anggota Vienna Boys’ Choir yang berasal dari Jerman menjawab pertanyaan tersebut.
“Biasanya dalam satu tahun ada tiga semester. Kami hanya belajar selama dua semester. Sedangkan sisa materi dari satu semester diringkas menjadi dua semester tersebut. Suatu semester kami melakukan tur. Jadi kami belajar keras dari jam 07.30 sampai jam 18.00. “Kami juga berlatih selama dua jam setiap hari,” kata Robert.
“Sampai saat ini wisata mereka tidak diganggu oleh urusan sekolah. “Tetapi ketika mereka membutuhkan waktu untuk belajar, kami menyediakan dua orang tutor yang juga ikut tur bersama kami,” kata Manolo.
Matthew, asal Selandia Baru, pun mengaku tak terbebani karena harus tur dan jauh dari orang tuanya. “Menyenangkan sekali. Sedih awalnya, tapi seiring berjalannya waktu kami belajar banyak hal. Jauh dari orang tua adalah proses belajar kami menjadi dewasa,” lanjutnya.
Merchandise ditandatangani oleh anggota Vienna Boys Choir
Paduan Suara Putra Wina bersama Manolo Cagnin tampil selama dua hari. Pertunjukan akan dimulai tepat pada pukul 16.00. Karena membutuhkan fokus yang tinggi dalam menyanyi, maka penonton harus datang tepat waktu karena panitia tidak memperbolehkan penonton keluar masuk pada saat pertunjukan.
Pemirsa yang hadir pada hari Sabtu dan Minggu (15 & 16 Oktober) juga dapat membeli barang dagangan Paduan Suara Putra Wina dalam CD dan Buku Program. Yang istimewanya, mereka yang membeli Buku Program Anda bisa mendapatkan tanda tangan langsung dari staf Vienna Boys Choir setelah pertunjukan.
“Saya sangat bersemangat untuk membawa paduan suara terkenal dunia ini untuk tampil di teater kami. Kami telah menyelenggarakan pertunjukan musik dan tari sebelumnya. “Ini akan menjadi sesuatu yang berbeda,” kata Rina Ciputra Sastrawinata, presiden-direktur Ciputra Artpreneur.
Tiket pertunjukannya hampir tiba terjual habis dan pengunjung dapat memperoleh akses www.ciputraartpreneur.com untuk informasi lebih lanjut. Tiket dijual dari seri harga Rp 750 ribu hingga Rp 2.750.000.-Rappler.com.