• April 20, 2026
Novel Pramoedya diadaptasi untuk panggung teater ‘Bunga Penutup Abad Ini’

Novel Pramoedya diadaptasi untuk panggung teater ‘Bunga Penutup Abad Ini’

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Diadaptasi dari ‘Bumi Manusia’ dan ‘Anak Segala Bangsa’, teater ini akan tayang pada 25-26 Agustus 2016 di Gedung Kesenian Jakarta.

JAKARTA, Indonesia — Pertunjukan teater yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia Dan Anak-anak dari segala bangsaakan diadakan 25 Dan 26 Agustus 2016 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat.

“Menunjukkan Bunga Kunci Abad Ini juga merupakan bagian dari peringatan 10 tahun wafatnya Pramoedya. “Sampai saat ini beliau satu-satunya penulis Indonesia yang berulang kali menjadi calon peraih Nobel Sastra,” kata Happy Salma, produser dan aktor. Bunga Kunci Abad momen konferensi pers beberapa waktu lalu.

Ungkapan “Bunga Penutup Abad Ini” yang dijadikan judul pementasan teater ini diambil dari buku karya sutradara Wawan Sofwan. Anak-anak dari segala bangsa. Sofyan mempelajari buku itu karena berbentuk novel Bumi Manusia sulit untuk ditulis.

“Jadi akhirnya sebagian dihapus Bumi Manusia dan beberapa lagi dari Anak-anak dari segala bangsa,” kata Wawan media.

Bersama Reza Rahadian, Pulau Chelsea

Acara ini dibintangi oleh Reza Rahadian Minke, Lukman Sardi sebagai Jean Marais, Chelsea Islan sebagai Annelies, Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, dan Sabia Arifin sebagai May.

Annelies adalah seorang wanita keturunan Belanda yang mencintai dan dicintai oleh Minke, tokoh utama Tetralogi Pulau Buru, seorang penduduk asli. Ia meninggalkan Surabaya menuju Belanda karena anak tirinya menggugatnya di Pengadilan Putih Hindia Belanda.

‘Bunga penutup abad ini’ memberi tahu kehidupan ibu Annelies, Nyai Ontosoroh, dan Minke setelah Annelies dikirim paksa ke Belanda.

Nyai Ontosoroh memerintahkan kedua pegawainya, Robert Jan Dapperste dan Panji Darman, untuk menemani Annelies. Melalui Panji Darman, Annelies mengirimkan surat kepada Nyai Ontosoroh saat dia sedang bepergian.

Surat-surat yang dibacakan Minke kepada Nyai Ontosoroh mengingatkan kembali kejadian di Wonokromo.

Hingga suatu saat Annelies meninggal di Belanda. Minke merasa sedih dan pergi ke Batavia untuk masuk sekolah kedokteran.

Mengingat kenangan akan wanita yang dicintainya dan yang mencintainya, Minke membawakan potret Annelies karya sahabatnya, Jean Marais.

Lukisan yang “seharusnya mampu menceritakan kisah abad yang telah berlalu dan melihat harapan masa depan” ini disebut sebagai “bunga penutup abad ini”.

Harga tiket pertunjukan teater ini berkisar antara Rp250.000 hingga Rp650.000. —Rappler.com

BACA JUGA: