• April 15, 2026

Pelajari toleransi di Komunitas Guanren

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Komunitas yang dihuni ribuan ekspatriat telah menjadi etalase ‘sosialisme modern’ gaya Tiongkok

XIAMEN, Tiongkok – Puluhan orang menyimak dengan seksama pemaparan mengenai pengobatan tradisional Tiongkok. Kebanyakan dari mereka adalah warga negara Tiongkok lanjut usia. Di pojok barisan depan ada seorang ekspatriat, orang asing. Kegiatan yang berlangsung di kantor pusat Komunitas Guanren (Komunitas Guanren) merupakan bagian dari ratusan kelas internasional yang diadakan di komunitas dengan jumlah ekspatriat terbesar di Kota Xiamen.

Nama Guanren diambil dari nama jalan dan kawasan yang terletak di kawasan yang nyaman. Ada sebuah telaga yang airnya mengalir dari laut. Pepohonan hijau rindang. Pasar dan toko yang menyediakan bahan makanan yang dibutuhkan oleh orang asing yang tinggal di Xiamen. Jalan lebar tak jauh dari situ dipenuhi kafe kopi, bar, dan restoran yang menyediakan kursi di teras jalan, serupa dengan yang kita temukan di negara-negara Barat. Cantik.

“Semua fasilitas tersebut membuat banyak orang asing memilih tinggal di kawasan Guanren,” kata Lacy, pekerja sosial yang membantu di kantor komunitas, kepada sejumlah redaksi media asal Indonesia yang berkunjung ke sana, Senin, 23 Oktober 2017. Di sini, orang asing juga mendapatkan bantuan dalam urusan administrasi, termasuk izin tinggal dan izin kerja.

Kota Xiamen, ibu kota Provinsi Fujian, memiliki sejarah yang unik. Selain Shanghai di Timur, Xiamen merupakan tempat orang asing dari negara barat mendarat di Tiongkok ratusan tahun lalu. Pulau Gulangyu, pulau kecil yang dapat dicapai dengan kapal feri selama 5 menit dari pusat kota, merupakan tempat tinggal orang asing dan menjadi lokasi konsulat sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris.

Komunitas Guanren terletak di kecamatan Yundang, bagian dari distrik Siming yang terletak di pusat kegiatan politik dan keuangan di Kota Xiamen. Luas wilayahnya 1,29 kilometer persegi. Sekitar 15 ribu penduduk tetap tinggal di sini, terdiri dari 6.000 kepala keluarga dari 42 negara. Sekitar 3.280 jiwa merupakan warga yang datang dan pergi karena keperluan pekerjaan dan memilih menyewa apartemen di kawasan ini.

“1.300 orang asing tinggal di sini. Paling luas. Tentu di bagian lain kota Xiamen ada orang asing,” kata Lacy.

Terdapat papan informasi yang sepertinya dipasang di gerbang jalan menuju markas masyarakat. Dalam pidatonya di hadapan kongres Partai Komunis Tiongkok (PKT) pekan lalu, Presiden Xi Jinping antara lain mengumumkan kepada dunia bahwa Negeri Tirai Bambu ingin menjadi negara sosialis modern. Komunitas ekspatriat ini bisa disebut sebagai etalase.

Di kawasan ini telah didirikan 7 cabang PKC dan 299 unit PKC di bawahnya. Komunitas yang dikelilingi ratusan gedung bertingkat yang melambangkan modernitas dan kemajuan pembangunan kota pelabuhan di Tiongkok selatan masih menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari agenda PKC.

Kali ini tentang membangun toleransi antara penduduk asli Xiamen dan pendatang. Manifesto berisi hak dan kewajiban anggota PKC dipasang di ruang rapat. Lengkap dengan simbol palu arit.

Berbagai kegiatan digelar untuk menjembatani antar budaya. Mulai dari pembukaan perpustakaan yang nyaman dengan koleksi buku dalam dua bahasa, Mandarin dan Inggris, bazaar internasional yang menawarkan produk lokal dan olahan produk lokal dan ekspatriat, kelas kerajinan yang melibatkan ibu-ibu dalam turnamen olahraga untuk anak-anak.

Pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup yang lebih maju di kalangan warga yang berasal dari negara-negara Eropa dan Australia ditransfer ke penduduk lokal. Hanya saja di sini kegiatan masyarakat melibatkan kerjasama dengan berbagai organisasi yang juga melibatkan lembaga dari Taiwan. Relawan Taiwan Tzuchi membantu warga memilah sampah.

“Kami juga melakukan banyak kegiatan amal. “Warga ekspatriat mendonasikan pakaian dan buku yang layak untuk warga sekitar yang kurang mampu,” kata Lacy.

Seolah ingin semakin menegaskan komitmennya untuk melibatkan asing dalam pengelolaan komunitasnya, sejak tahun 2014 komunitas ini telah menunjuk wakil ketuanya yang berkewarganegaraan Australia. Kualitas hidup di Guanren sangat tinggi sehingga pada tahun 2016 mereka dianugerahi gelar masyarakat sipil paling etis di Xiamen.

Berikut foto-foto di Komunitas Guanren

Suasana di Komunitas Guanren.  Foto oleh Uni Lubis/Rappler

Komunitas Guanren.  Foto oleh Uni Lubis/Rappler

—Rappler.com

link alternatif sbobet