Pemerintah Indonesia mengecam tindakan pengibaran bendera Bintang Kejora di KJRI Melbourne
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Saat ini polisi sedang mencari pelaku karena membobol KJRI Melbourne
JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan yang dilakukan simpatisan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang melanggar dan mengibarkan bendera Bintang Kejora di KJRI Melbourne. pada Jumat, 6 Januari. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes kepada Australia atas kejadian tersebut.
Sabtu pagi ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Julia Bishop dan menegaskan bahwa Australia harus mematuhi isi Konvensi Wina untuk Melindungi Perwakilan Diplomatik dan Konsuler, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 Januari.
Bishop mengatakan dalam percakapan telepon bahwa dia prihatin dengan kejadian tersebut. Ia juga menjanjikan keamanan yang lebih besar bagi perwakilan Indonesia di seluruh negara bagian Australia.
“Pemerintah Australia juga berkomitmen untuk menangkap pelakunya,” kata Arrmanatha.
Pria yang diduga bukan warga negara Indonesia itu menerobos masuk ke gedung KJRI dengan memanjat tembok gedung sebelah. Meski tinggi pagar tembok mencapai 2,5 meter, namun berhasil ditembus.
Sesampainya di atap, pelaku yang diketahui seorang laki-laki kemudian mengibarkan bendera Bintang Kejora. Kejadian tersebut kemudian diabadikan dan diunggah ke media sosial melalui akun bernama Izzy Brown.
Tonton videonya di sini:
Usai melakukan pengibaran bendera, pelaku kemudian kabur. Menurut Arrmanatha, pelaku belum bisa terlacak karena kejadian tersebut terjadi saat seluruh warga KJRI Melbourne sedang melaksanakan salat Jumat sekitar pukul 12.52 waktu setempat.
Sebelumnya, Juru Bicara KBRI Canberra Sade Bimantara mengatakan polisi masih menyelidiki identitas pelaku. Namun jika melihat profil di media sosial, diduga pelakunya bukan warga negara Indonesia.
Seluruh perwakilan Indonesia di Australia telah berkoordinasi dengan kepolisian dan otoritas terkait di Australia serta mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan, kata Sade kepada Rappler melalui pesan singkat, Jumat malam, 6 Januari.
OPM diketahui mempunyai kantor perwakilan di Melbourne sejak 25 Juni 2014. Lokasi kantornya berada di kawasan Docklands yang merupakan salah satu kawasan bisnis di Melbourne.
Akibat dibukanya kantor ini, muncul tudingan bahwa Negeri Kanguru mendukung pemisahan Papua dari Indonesia. Namun hal tersebut dibantah oleh pemerintah Australia. Pemerintah menyebut pembukaan kantor perwakilan OPM di Melbourne bukanlah sikap resmi Negeri Kanguru.
Penegasan kedaulatan Indonesia di West Papua kembali disampaikan saat digelarnya pertemuan 2+2 di Sydney, Australia pada tahun 2015. Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengakui isu Papua menjadi topik pembahasan dalam agenda pembahasan isu regional.
“Australia menegaskan kembali, seperti yang telah kami katakan secara terbuka dan pribadi, dukungan kami tanpa syarat dan kami menghormati kedaulatan Indonesia dalam hal ini,” kata Bishop seperti dikutip. media. – Rappler.com