• May 25, 2026
Pengalaman Pertama Ega di Olimpiade Riau: Ada yang menang, ada yang kalah

Pengalaman Pertama Ega di Olimpiade Riau: Ada yang menang, ada yang kalah

JAKARTA, Indonesia – Riau Ega Agatha yang mewakili Indonesia dalam olahraga panahan di Olimpiade Rio 2016 gagal meraih medali untuk Merah Putih.

Namanya semakin melejit saat mengalahkan atlet panahan nomor satu dunia, Kim Woo-jin, di babak 32 besar.

“Kalau tahu bakal ketemu nomor satu, kalau menang sekali itu wajar, tapi nggak bisa bohong kalau memang benar. grogi. “Saya tidak pernah tidur nyenyak (selama di Rio), lalu saya bertemu nomor satu di awal, jadi rasanya tidak enak,” kata Riau Ega kepada Rappler saat kembali ke Indonesia dari sebuah acara di kota Rio de Janeiro, Brazil. .

(BACA: Riau Ega Kalahkan Mimpi Medali Emas Kim Woo Jin)

Ia juga berdoa: “Jika ini cara saya menang, tunjukkanlah jalannya. Jika memang harus berhenti disini, kuatkan hatiku. Tapi saya akan berjuang untuk menang terlebih dahulu.”

“Dan saat hendak bertanding, tangan saya sudah gemetar, hingga saya harus memukulnya untuk berhenti, dan akhirnya saya menang,” ujar pria yang sejak kecil menyukai bulutangkis, bahkan menjadi atlet bulutangkis.

Namun di babak selanjutnya, langkah Riau Ega terhenti oleh atlet Italia peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 dan emas Olimpiade London 2012, Mauro Nespoli.

Atlet asal Blitar, Jawa Timur ini pun merasa kecewa.

“Kecewa karena tidak bisa melanjutkan lagi. Tapi, ya, Anda harus menerimanya. Sebenarnya melawan nomor satu (Kim Woo-jin) skor saya juga tidak bagus. Rata-rata. “Nomor satu saja mungkin tidak bagus,” katanya.

“Tapi ya, itu namanya permainan, ada yang menang dan ada yang kalah. Kita berharap setengah mati bahwa jika kita tidak menemukan kebahagiaan, kita tidak akan menemukannya. “Jadi ambil saja pelajarannya dan kembali menjadi atlet yang lebih kuat lagi,” ujarnya.

“Ya, dalam sebuah permainan pasti ada pemenangnya. ada ruginya. “Kami berharap setengah mati jika kami tidak mendapatkan makanan, kami tidak akan bisa mendapatkannya.”

Mimpi yang sudah lama sekali

“Bisa ikut Olimpiade adalah impian sejak lama,” kata Ega yang akhirnya mewujudkan impian itu di Rio 2016.

“Memang setengah mati untuk dapat tiket Olimpiade, tekanannya juga luar biasa. Karena saya mendapat tiket perorangan dan pelatih menyemangati saya dan tim putra untuk menambah dua tiket lagi agar bisa berangkat beregu putra penuh, kata Riau Ega yang bersama Hendra Purnama dan Muhammad Wijaya akhirnya mewakili Indonesia di nomor putra. tim panahan di Rio 2016. .

“Saya menyadari dengan hasil ini kita telah memberikan harapan kepada seluruh pelatih dan pengurus untuk bisa mendapatkan medali emas di Olimpiade. “Untungnya karena akhirnya penantian panjang, akhirnya kita bisa berangkat ke Rio, optimis dengan hasil akhir bisa mendapatkan medali,” ujarnya.

“Kami berangkat dengan percaya diri, saya ingin memberikan hasil maksimal dan menyerahkan medali kepada manajemen dan juga kepada Indonesia. “Tapi sepertinya Tuhan tidak memberikan medali itu kepada kami di Rio kemarin,” jelasnya.

Kenangan di Olimpiade

Kenangan paling berkesan bagi Riau Ega selama Olimpiade Rio 2016 bukanlah saat ia mengalahkan pemanah nomor satu dunia itu.

“Dapat menunggu garis tembak “Olimpiade dan merasakan suasana kompetisinya,” kata Riau Ega tentang hal yang paling berkesan baginya.

Ia menjelaskan: “Saya dan pemanah lainnya sebenarnya selalu bertemu di sirkuit Piala Dunia, namun di Olimpiade lalu sepertinya ada yang berbeda. Tekanannya lebih besar dibandingkan di Piala Dunia, jadi bagi saya situasi ini bisa menjadi hal yang baik untuk dipelajari lebih baik di masa depan.”

Foto: https://www.instagram.com/p/BI_7kQcjVJt/?taken-by=rapplerid

Pemanah yang tahun ini berulang tahun ke-25 pada tanggal 25 November ini menyatakan bahwa ia dan para pemanah lainnya telah mempersiapkan diri dengan baik, namun karena tidak mempunyai cukup uang, mereka tidak dapat meraih medali.

“Saya dan teman-teman berharap, ya, kami bisa mendapatkan medali. “Tapi sepertinya kita masih disuruh berlatih lebih keras dengan hal yang sama seperti di atas,” ujarnya.

Setiap Senin hingga Sabtu, Riau Ega dan atlet panahan Indonesia berlatih selama 5 hingga 8 jam sehari. Mereka juga melatih imajinasi alias latihan memanah, tapi dalam pikiran mereka.

Sasaran berikutnya

Menurutnya, atlet panahan Indonesia perlu berlatih lebih keras dan meningkatkan mental bersaing untuk mencapai prestasi yang lebih baik.

“Mentalitasnya semakin diasah sehingga bisa lebih tenang,” ujar pria yang hobi bermain gitar ini.

Kini Riau Ega sedang berlatih untuk meraih emas, apalagi perhelatan PON akan digelar September mendatang.

Ega pun bertekad meraih medali di SEA Games 2017, Asian Games 2018, dan Olimpiade Tokyo 2020.

“Sebagai atlet, saya akan terus berkompetisi semampu saya, dan cita-cita saya adalah emas Olimpiade, karena itu selalu menjadi impian saya,” kata Riau Ega.

Peringkat atlet panahan 22 di dunia menambahkan, “Semoga masyarakat selalumendukung dan mendoakan yang terbaik untukmu. Semoga para atlet kita khususnya panahan dapat membuahkan prestasi setinggi-tingginya dan menjadi kebanggaan bagi Indonesia di masa yang akan datang.

“Dan untuk olahraga panahan, semoga setelah olimpiade Rio 2016 kita bisa lebih kuat lagi di tahun-tahun mendatang, dan bisa bersaing di skala internasional,” ujarnya. —Rappler.com

Result SDY