• April 17, 2026
Peralatan atletik baru tiba hanya sebagian

Peralatan atletik baru tiba hanya sebagian

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Keterlambatan peralatan atletik terjadi karena penjual ingin bebas pajak

BANDUNG, Indonesia – Ketua Panitia Penyelenggara Atletik Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat, Sardjito, benar-benar khawatir. Betapa tidak, sehari menjelang pembukaan PON, perlengkapan pertandingan atletik belum tersedia.

“Saya berangkat ke Stadion Pakansari sekitar satu jam yang lalu. Peralatannya belum datang, kata Sardjito saat dihubungi Rappler, Jumat 16 September 2016.

Padahal alat untuk perlombaan atletik cukup banyak. Jumlahnya hampir seribu barang. Dan semua ini akan digunakan pada 22 September.

Perlengkapan lomba yang belum tiba antara lain peluru, palu, lempar lembing, alat pengatur waktu, dan perlengkapan fotografi. Saat ini, lanjut Sardjito, baru belasan tiang yang datang dan masih terparkir di Kota Bandung.

Permasalahan menjadi lebih rumit karena peralatan kompetisi harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Dan proses kalibrasi alat ini biasanya memakan waktu dua minggu.

Tentu saja, dengan waktu yang tersisa, mustahil untuk mengkalibrasi semua alat ini. Namun, menunda jadwal pertandingan juga tidak mungkin dilakukan. “Pertandingan harus tetap berjalan, apapun yang terjadi,” kata Sardjito.

Untuk itu, ia berencana meminjam peralatan pertandingan milik Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Alternatifnya, proses kalibrasi dilakukan setelah pertandingan.

Namun cara terakhir dapat mengganggu proses validasi jika terjadi record break. Karena kalibrasi hanya dilakukan setelah pertandingan. Mudah-mudahan peralatannya segera datang, apa pun yang terjadi, kata Sardjito.

Ahmad Heryawan memastikan peralatan tiba hari ini

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan peralatan lomba akan tiba pada Sabtu, 17 September 2016.

“Hari ini (Jumat) ada yang datang. Besok semuanya akan tiba, kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, usai konferensi pers di Media Center Utama PON XIX/2016 Jawa Barat, di Trans Luxury Hotel Kota Bandung, Jumat.

Aher mengungkapkan, penundaan itu terjadi karena pihak vendor bersikeras mendapatkan fasilitas bebas bea. “Kami menyayangkannya,” lanjut Aher. “Anda tidak bisa begitu saja melakukan transaksi bebas bea karena penundaan,”

Masalah keterlambatan alat atletik teratasi setelah penjual akhirnya bersedia membayar pajak. Namun, menurut Aher, pihaknya akan mendalami masalah tersebut untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas keterlambatan tersebut.–Rappler.com