• May 25, 2026
Perlindungan 23% bebas bea, ekspor baja ke Vietnam terbuka lebar

Perlindungan 23% bebas bea, ekspor baja ke Vietnam terbuka lebar

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ekspor produk baja Indonesia ke Vietnam meningkat pesat sejak tahun 2015

JAKARTA, Indonesia – Kabar baik bagi pengusaha Indonesia yang mengekspor baja ke Vietnam.

Pemerintah negara Paman Ho mengumumkan keputusan akhir mengenai penyelidikan tarif langkah-langkah keamanan (perlindungan) pada produk baja setengah jadi dan jadi yang diimpor (produk setengah jadi dan jadi tertentu dari baja paduan dan bukan baja paduan) Vietnam.

Kontennya?

Pemerintah Vietnam membebaskan Indonesia dari bea masuk keamanan sebesar 23,3 persen.

Peraturan ini diterapkan secara bertahap selama empat tahun, terhitung sejak 22 Maret 2016 hingga 22 Maret 2020.

Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan bekerja keras memberikan sanggahan selama penyelidikan perlindungan,” kata Dody Edward, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, dalam siaran pers tertulis, Rabu 24 Agustus.

Keputusan ini diambil pada tanggal 28 Juli 2016 dan diumumkan secara resmi oleh perwakilan Vietnam pada tahun 2016 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Berdasarkan volume impor Vietnam, produk produk setengah jadi dan jadi tertentu dari baja paduan dan bukan baja paduan dari Indonesia tergolong diabaikan, atau nilainya di bawah 3 persen dari total volume impor Vietnam. Oleh karena itu, ekspor baja jenis ini dari Indonesia harus dikecualikan, sebagaimana ditentukan dalam pasal 9.1 Perjanjian tentang Perlindungan diatur dalam kerangka WTO.

Riset keamanan pada produk impor produk setengah jadi dan jadi tertentu dari baja paduan dan bukan baja paduan ke Vietnam dimulai pada tanggal 25 Desember 2015 atas permintaan industri baja dalam negeri Vietnam.

Pemerintah negara anggota ASEAN telah menyatakan tindakan keamanan diekspor karena peningkatan impor produk produk setengah jadi dan jadi tertentu dari baja paduan dan bukan baja paduan ke Vietnam. Hal ini disebabkan oleh krisis ekonomi dan kelebihan kapasitas di Republik Rakyat Tiongkok.

Industri baja dalam negeri Vietnam menderita kerugian besar. Kerugian tersebut tercermin dari penurunan pangsa pasar produk dalam negeri, penurunan produktivitas, penurunan jumlah tenaga kerja, dan peningkatan cadangan industri dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk tersebut produk setengah jadi dan jadi tertentu dari baja paduan dan bukan baja paduan Indonesia ke Vietnam mencapai nilai $216 ribu pada tahun 2015 dengan volume 133 ton. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai nilai $42 ribu atau 16 ton – Rappler.com

Togel Hongkong