Pesona Tersembunyi Lolai, ‘Negeri Di Atas Awan’ Toraja
keren989
- 0
Wisatawan bisa menyaksikan luasnya awan dan keindahan kawasan Toraja dari ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.
TORAJA UTARA, Indonesia – Membicarakan keindahan Toraja memang tiada habisnya. Mulai dari budaya, adat istiadat, upacara hingga tempat wisata yang selalu memukau wisatawan.
Tana Toraja masih menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Namun dalam beberapa bulan terakhir, tempat wisata baru bermunculan di kawasan tersebut.
Inilah wisata Desa Lolai, desa yang sering dijuluki Negeri Di Atas Awan. Disebut demikian karena puncaknya berada pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.
Lolai berdiri kokoh sekitar 20 kilometer dari Rantepo, ibu kota Toraja Utara. Bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan di kawasan dataran tinggi penuh awan, Desa Lolai adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Lokasi objek wisata ini berada di Kecamatan Kapalatipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Selain itu, pengunjung juga disuguhi pemandangan alam yang spektakuler dan matahari terbit di pagi hari.
Keindahan alam desa ini dijamin semakin terasa eksotis saat Anda duduk santai di teras rumah adat Toraja, Tongkonan, sambil menikmati kopi khas Toraja. Di tempat ini juga terdapat deretan tongkonan yang disebut Tongkonan Lempe.
Rumah tongkonan milik warga desa juga bisa disewakan sebagai rumah wisatawan, sesuai kesepakatan dengan pemilik rumah. Belum ada tarif khusus yang ditetapkan karena Desa Lolai belum dikelola oleh pemerintah setempat.
Namun pengunjung juga bisa mendirikan tenda di atas Lolai dan bermalam di sana jika tidak ingin melewatkan suasana siang dan malam.
Bagi wisatawan yang ingin menggunakan fasilitas elektronik, jangan khawatir. Meski berada di daerah terpencil, listrik sudah sampai di Desa Lolai.
Menjadi terkenal sejak restorasi Tongkonan
Desa Lolai rupanya ditemukan secara kebetulan, yakni pada saat tongkonan sedang diperbaiki. Menurut pengelola Lempe, Yunus Payung Allo, Desa Lolai baru mulai mekar 3 bulan lalu.
“Sebenarnya tempat ini sudah ada sejak lama. “Awalnya saat pemugaran tempo hari, banyak fotografer yang datang dan mengunggah foto keindahan Lolai,” kata Yunus.
Dari situlah wisata negeri di atas awan Lolai mulai dikenal masyarakat. Bahkan, tim paralayang Provinsi Sulawesi Tengah menjadikan Lolai sebagai venue olahraga paralayang. Yunus mengatakan, sejak ramai diberitakan keindahannya, rata-rata wisatawan mancanegara dan domestik berkunjung ke sana sebanyak 2.000 orang.
Sambutan besar masyarakat terhadap Desa Lolai kemudian didengar oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Di hari jadi Kabupaten Toraja Utara yang ke 8, objek wisata Desa Lolai akhirnya diresmikan.
“Jangan mati sebelum pergi ke Lolai. Ungkapan ini menggambarkan betapa indahnya desa yang dijuluki negeri di atas awan ini, kata Syahrul saat berada di atas Lolai.
Tuan rumah Penjelajah Toraja
Promosi Lolai kemudian segera dilakukan. Pemerintah setempat menjadikan Lolai sebagai tuan rumah event bertaraf internasional yaitu Toraja Explorer. Acara tersebut akan dilaksanakan pada 24-28 Agustus.
Salah satu agendanya adalah menampilkan paralayang atau skydiving. Kegiatan ini akan diikuti oleh atlet paralayang nasional dan klub asal Perancis. Tujuannya untuk menghidupkan kembali olahraga paralayang di Sulsel.
Manajer produksi Papro Palopo, Mumut mengatakan, paralayang hanya bisa ditemui di beberapa tempat di Indonesia. Salah satunya di Bali.
Acara ini juga akan digunakan untuk memperkenalkan olahraga Paralayang kepada masyarakat Sulawesi Selatan.
“Setelah acara ini Toraja akan memiliki komunitas paralayang dan kami berharap acara ini dapat diadakan secara rutin,” kata Mumut.
Selain menampilkan paralayang, Toraja Explorer juga akan diisi dengan berbagai kegiatan dan hiburan untuk masyarakat. Kemudian diakhiri dengan tour ke tempat wisata Toraja Utara.
“Sejauh ini kami mendapat dukungan positif dari pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan masyarakat di luar Sulsel,” ujarnya.
Tertarik mengunjungi desa Lolai? – Rappler.com