• April 17, 2026
Polisi memastikan kedua orang yang diperiksa itu bukan pelaku penyerangan Novel Baswedan

Polisi memastikan kedua orang yang diperiksa itu bukan pelaku penyerangan Novel Baswedan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Mereka berperan sebagai mata elang, orang yang mencari debitur otomotif yang menunggak di kawasan itu.

JAKARTA, Indonesia – Dua orang yang terekam kamera pengawas (CCTV) di rumah Novel Baswedan dipastikan bukan pelaku penyerangan air keras terhadap penyidik ​​senior KPK Novel Baswedan. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono, kedua orang tersebut bekerja bak mata elang.

“Mereka adalah orang-orang yang dibayar pihak persewaan untuk mencari debitur yang menunggak di kawasan itu,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 22 April.

Kedua orang yang diketahui berinisial H dan M itu berupaya mengungkap modus penggelapan kendaraan di kawasan sekitar rumah Novel.

Kemudian kedua orang ini juga bertugas mencari kendaraan yang tidak dicicil atau tidak dibayar sama sekali dan diyakini sebagai metode penggelapan. “Diharapkan semakin banyak mobil yang dicuri dan digelapkan di sana,” ujarnya.

Baik H maupun M mengaku sedang berada di Jakarta saat serangan air keras itu terjadi. H berada di Malang, sedangkan M berada di rumah saudaranya di kawasan Tambun.

“H akan berada di Malang pada 6-13 April. “Dia punya tiket yang dibuktikan saat diperiksa,” ujarnya.

Meski demikian, polisi akan terus melakukan penyelidikan terkait hal tersebut, termasuk memeriksa apakah kedua orang tersebut benar berada di Malang dan Tambun atau tidak.

Sebelumnya, Kabag Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan, dirinya berhasil menemukan dua orang yang terekam kamera CCTV di rumah Novel. Boy menegaskan sejak awal, status kedua orang tersebut hanya sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai pelaku.

Polisi tidak menangkap keduanya karena H dan M banyak bekerja sama saat dimintai keterangan. Kini, setelah dipastikan kedua orang tersebut bukan pelaku, polisi mengaku masih mencari pelaku sebenarnya.

Masih samar-samar

Sementara kondisi kesehatan Novel semakin membaik. Mata kanannya kini bisa digunakan untuk membaca tulisan, sementara mata kirinya masih buram.

“Sampai saat ini perkembangannya cukup baik, baik tes mata angka maupun huruf, mata kanan sudah mengalami perkembangan yang cukup baik dan mampu membaca teks seukuran judul surat kabar dan mengenali wajah. Sedangkan mata kirinya masih buram, kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis, 20 April.

Di hari yang sama, Novel juga menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (ENTK). Akibatnya, terjadi luka bakar akibat asam di rongga hidung Novel.

Rongga hidung kanan terdapat luka bakar pada bagian luar rongganya, sedangkan rongga hidung kiri terdapat luka bakar hingga bagian atas rongga hidung yang berada dekat mata. – dengan laporan ANTARA, Rappler.com

togel sidney pools