• May 3, 2026
Polri meningkatkan pengawasan terhadap pemudik yang menggunakan sepeda motor

Polri meningkatkan pengawasan terhadap pemudik yang menggunakan sepeda motor

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Polri akan menindak pemudik yang membawa dua penumpang

JAKARTA, Indonesia – Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan tidak akan mengizinkan pemudik yang membawa tiga orang naik sepeda motor untuk mudik ke kampung halaman. Royke menilai cara yang sering dilakukan pemudik justru membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Jadi, kami akan menggencarkan kapasitas penumpang. Tidak bisa kelebihan beban. “Kalau terus begini, kami akan ambil tindakan,” kata Royke, Rabu, 21 Juni di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh para pemudik sepeda motor adalah jumlah barang yang dibawanya. Jangan melebihi kapasitas. Hal ini dapat mempengaruhi keselamatan lalu lintas.

Pengendara sepeda motor juga diharapkan memperhatikan kondisi kesehatannya. Menurut Royke, batas normal bersepeda motor adalah empat jam.

“Hasil survei di kalangan mahasiswa program doktor Universitas Gajah Mada menunjukkan bahwa transportasi sepeda motor akan membuat lelah setiap dua jam sekali. Lalu, dua jam kemudian, saya lelah lagi. Jadi, keamanan mereka memang rentan, ujarnya.

Untuk menampung masuknya pemudik sepeda motor, polisi memperingatkan bus untuk memindahkan pemudik sepeda motor. Bus akan disiapkan di titik-titik rawan dengan harapan dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kemacetan.

Pulang dari hari Sabtu

Secara resmi, pemerintah hanya memberikan hari libur pada tanggal 23 Juni hingga 30 Juni, namun pemudik sudah beraktivitas sejak Sabtu, 17 Juni. Kendaraan golongan satu, kata Royke, mulai terlihat keluar Jakarta melalui Tol Cikampek.

“(Kendaraan) terus meningkat sejak Sabtu, terutama kendaraan kecil golongan satu. “Khusus dipantau di Tol Cikampek dan pintu gerbang Cikarang Utara,” ujarnya.

Menurut dia, perkiraan jumlah kendaraan yang keluar pada akhir pekan lalu sekitar 1,5 juta. Terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang berangkat sekitar 30 persen dibandingkan hari normal.

“Naik dari hari biasa. Sabtu naik 30 persen, Minggu naik 35 persen, Senin 46 persen, jadi puncaknya tidak tajam, ujarnya.

Saat ditanya jalur favorit yang digunakan pemudik, Royke memperkirakan akan menggunakan jalur Pantura. Menurut dia, sisanya menggunakan jalur selatan.

“Padahal 60 persen prediksi kami jalur favorit untuk dilalui tetap Pantura. “Kemudian 40 persen lagi akan menempuh jarak Purbaleunyi-Nagrek-Cilacap-Purwokerto dan seterusnya,” ujarnya. – Rappler.com

Pengeluaran Hongkong