Presiden Jokowi bekerja sama dengan para gubernur untuk memberantas pungli
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Keputusan presiden Tim Pemerasan Sabre akan diumumkan besok
JAKARTA, Indonesia (Update) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemberantasan pungutan liar atau pungli merupakan hal yang mendesak karena praktik pungutan liar sudah begitu marak di hampir semua tingkatan pemerintahan.
“Ada puluhan ribu pengaduan yang sampai kepada saya. “Ini persoalan yang perlu diselesaikan,” kata Presiden Jokowi, Kamis, 20 Oktober 2016, dalam rapat koordinasi dengan para gubernur di Istana Negara, Jakarta.
Presiden Jokowi mengatakan, uang yang dibayarkan untuk pungutan liar berkisar puluhan, ratusan hingga jutaan rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa praktik pungutan liar terjadi hampir di semua tingkatan.
Kebiasaan melakukan pungutan liar yang sudah berlangsung bertahun-tahun, lanjut Jokowi, akhirnya membuat masyarakat menjadi permisif. Padahal pungli merupakan praktik ilegal yang sudah diberantas.
“Pemerasan mempersulit orang untuk mengurus berbagai hal. Ujung-ujungnya akan menimbulkan biaya ekonomi yang tinggi dan menurunkan daya saing perekonomian, lanjut Jokowi.
Karena itu, dia mengajak para gubernur untuk memberantas pungutan liar. Hal itu bisa mereka lakukan secara konkrit di daerah masing-masing dengan menyederhanakan berbagai bentuk perizinan.
Kata Jokowi, saat ini terlalu banyak perizinan yang harus diurus oleh pelaku usaha. Ia mencontohkan, sebuah hotel yang ingin membangun kolam renang harus memiliki izin pengurusan pembangunan kolam tersebut. Ada juga hotel yang harus meminta izin saat ingin membuka restoran.
Selain peluang terjadinya pungli, izin tersebut juga akan menciptakan iklim investasi yang tidak bersahabat. “Kalau seperti ini terus, investor tidak akan sanggup,” lanjut Jokowi.
Pemerintah pusat saat ini sedang berupaya membentuk tim anti-pungli untuk memberantas pungutan liar. Tim ini nantinya akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Wiranto.
Keputusan presiden Tim Pemerasan Sabre akan diumumkan besok
Menteri Kabinet Pramono Anung mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum Tim Pembersih Pungli (Tim Saber Pungli) akan diumumkan besok, Jumat 21 Oktober.
Besok akan diumumkan, soal kerjanya, soal mekanismenya, siapa yang ditunjuk untuk melaksanakannya di lapangan, besok akan diumumkan, kata Pramono seperti dikutip dari situs resminya. Sekretariat Kabinet. —Rappler.com