Rekomendasi jalan-jalan di Tokyo dari Silent Siren
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia — Kota Tokyo, Jepang, menjadi salah satu destinasi wisata luar negeri favorit wisatawan asal Indonesia.
Dengan luas total 13.572 kilometer persegi, berkeliling Tokyo jelas bukan hal yang mudah, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung ke Tokyo.
Namun, dengan layanan dari Tokyo Metro, perusahaan pengelola kereta bawah tanah di Tokyo, berkeliling ibu kota Jepang menjadi lebih mudah.
Tokyo Metro Demand Generation & Marketing Manager, Atsushi Kamimura bersama grup Jepang, Silent Siren memberikan tips dan rekomendasi wisata di Tokyo bagi wisatawan Indonesia pada konferensi pers di Jakarta, Jumat 9 September.
Mereka telah membagikan tips ini sebelumnya Grup beranggotakan 4 wanita ini mengawali konsernya di Gedung Annex, Jakarta Pusat.
Lalu lokasi apa saja yang direkomendasikan anggota Silent Siren untuk wisatawan yang berkunjung ke Tokyo?
“Rekomendasi kami adalah Shibuya yang dilewati jalur Ginza, jalur Hanzomon, dan jalur Fukutoshine. “Yang paling terkenal di Shibuya adalah patung Hachiko dan salib Shibuya yang ada di depan stasiun,” kata penabuh drum Silent Siren, Hinanchu.
Untuk mencapai Shibuya dengan Tokyo Metro, wisatawan dapat menggunakan Ginza Line dan Hanzomon Line. Namun karena Stasiun Shibuya sangat besar, Hinanchu menyarankan wisatawan untuk menggunakan wifi yang tersedia di seluruh stasiun Metro Tokyo.
“Jangan khawatir, di Tokyo Metro tersedia wi-fi gratis di setiap stasiun, jadi meski berada di bawah tanah, Anda tetap bisa mengakses internet. “Wisatawan bisa tiba di tempat tujuan tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Penyanyi sekaligus gitaris Silent Siren, Suu, juga berpesan kepada wisatawan, khususnya umat Islam asal Indonesia yang ingin beribadah, untuk mengunjungi Tokyo Jamie, masjid terbesar di Tokyo.
“Dari Stasiun Meiji-jingumae, kami naik Metro Tokyo ke Stasiun Yoyogi-uehara dalam waktu sekitar 5 menit. “Dari stasiun itu kami berjalan beberapa menit dan sampai di Tokyo Jamie, masjid terbesar di Jepang,” kata Suu.
Tokyo Jamie merupakan destinasi wisata yang juga digemari oleh wisatawan lokal asal Jepang. Selain wisatawan asal Indonesia, masjid yang dikelola Kedutaan Besar Turki di Tokyo ini juga banyak dikunjungi wisatawan asal Malaysia, Pakistan, Bangladesh dan lain-lain.
Bagi penggemar kuliner Jepang, keyboardist Silent Siren Yukarun punya rekomendasi menarik untuk menyantap sushi legendaris Tokyo.
“Bentenyama Miyako Sushi adalah restoran sushi yang terletak 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Asakusa, Ginza Line, yang merupakan salah satu stasiun tertua di Tokyo Metro,” kata Yukarun.
Dibuka sejak tahun 1866, restoran ini mewarisi metode edomae asli yang diturunkan dari generasi ke generasi.
“Kami sangat merekomendasikan tempat ini bagi wisatawan yang ingin mencoba kuliner otentik di Tokyo,” ujarnya.
Untuk memudahkan wisatawan, pemain bass Silent Siren Ainyan punya cara agar wisatawan tidak tersesat dan bisa menggunakan Tokyo Metro dengan lebih mudah.
“Kita bisa menggunakan aplikasi khusus Tokyo Metro. “Dengan aplikasi ini kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang transfer dan waktu perjalanan, termasuk waktu transfer,” ujarnya.
Aplikasi ini tersedia untuk pengguna iOS dan Android.
Apa itu Metro Tokyo?
“Tokyo Metro adalah operator kereta bawah tanah yang menghubungkan seluruh wilayah di Tokyo,” kata Atsushi Kamimura, manajer permintaan dan pemasaran Tokyo Metro.
Tokyo Metro memiliki 9 jalur yang menghubungkan seluruh wilayah di Tokyo, dengan panjang jalur kereta sepanjang 195,1 kilometer.
Tarif Tokyo Metro disesuaikan dengan jarak dan durasi perjalanan masing-masing orang. Wisatawan bisa mendapatkan tiket khusus yang dapat digunakan tanpa batas waktu dalam jangka waktu tertentu, 24 jam, 48 jam, dan 72 jam.
Tiket Metro Tokyo tersedia di Bandara Internasional Haneda dan Bandara Internasional Narita.
Berikut peta wisata Tokyo yang bisa dijangkau dengan Tokyo Metro.
—Rappler.com