Saya melihat pasangan calon nomor urut dua yang layak menjadi Gubernur DKI
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Antasari datang ke debat tersebut karena diundang oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
JAKARTA, Indonesia – Banyak kejutan muncul dalam debat kedua kandidat calon gubernur DKI Jakarta yang digelar Jumat malam, 27 Januari di auditorium Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Salah satunya kedatangan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar di ruang debat dan menyaksikan langsung.
Pria yang baru mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo itu bahkan duduk di barisan depan bersama pendukung pasangan calon nomor urut 2, Ahok-Djarot. Apakah mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan itu memberikan dukungannya kepada pasangan calon Ahok-Djarot?
“Saya dukung yang memang pantas jadi gubernur dan saya lihat dia di (kandidat-kandidat) nomor urut dua. Mudah-mudahan,” kata Antasari saat menjawab pertanyaan media usai debat yang digelar Jumat malam, 27 Januari.
Ia mengaku hadir di auditorium tersebut atas undangan pihak tertentu. Sebelumnya di media sosial, Rappler menulis atas undangan KPU DKI, terkesan diundang PDIP. Kepastian ini didapat dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Menurut Antasari, pasangan calon Ahok-Djarot memiliki pemikiran yang cerdas dan langkah yang gesit untuk berkembang lima tahun ke depan di Jakarta.
“Saya berusaha memberikan perhatian secara cermat dan teliti dan setelah memperhatikan, yang dibutuhkan Jakarta adalah pemimpin yang cerdas dan tangkas. “Nah, itu di calon (gubernur) nomor urut dua,” ujarnya lagi.
Diakuinya, kesimpulan itu didapat karena Antasari juga pernah tinggal di Jakarta selama 10 tahun. Pada debat putaran kedua, DKI memberi waktu lebih lama kepada KPU. Waktu debat dimulai 30 menit lebih awal yaitu pukul 19:30 – 22:00 WIB.
Dalam debat yang digelar tadi malam, masing-masing pasangan calon mulai berani mengkritik calon lainnya secara terbuka. Salah satu topik yang paling banyak dibicarakan adalah penggusuran.
Berbagai ungkapan yang dilontarkan para paslon pun menjadi topik populer, seperti “jadi apa pertanyaannya”, “ok oke”, dan “asalkan kamu senang”. Debat semalam dipimpin oleh dua moderator yaitu mantan presenter Tina Talisa dan Guru Besar Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia, Eko Prasojo. – Rappler.com
BACA LAPORAN DEBAT PEMILU LENGKAP: