• May 3, 2026

Skenario Film hidupkan kembali urban legenda ‘Jailangkung’

Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Film ‘Jailangkung’ akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai 25 Juni

JAKARTA, Indonesia – Setelah 16 tahun keluyyah, film horor Jelangkung yang sempat rakila sukesh di Film laris dihidupkan kembali oleh rumah produksi Screenplay Films. Film berjudul penjarangkung itu merupakan racikan duo sutradara yang sama yakni Rizal Mantovani dan Jose Purnomo.

penjarangkung bukan merupakan film prekuel atau sekuel dari Jelangkung Kemudian Tusuk Jelangkung. Rizal dan Jose memutuskan untuk membuat cerita baru yang berbeda dari cerita yang dihadirkan kepada penonton 16 tahun lalu.

“Jika film sebelumnya berkisah tentang anak-anak muda yang iseng bermain boneka jelangkung, maka kali ini film fokus ke cerita keluarga, di mana ayannya founda dalam koma di sebuah pulau,” ujar salah satu sutradara Rizal Mantovani kepada Rappler usai mempersembahkan premier filmnya di XXI Plaza Senayan pada Senin malam, 19 Juni.

Kemudian, kedua anaknya yang dikaruniai Amanda Rawles dan Hannah Al Rashid mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada ayah mereka. Belakangan, mereka baru tahu jika sang ayah yang diperankan oleh Lukman Sardi bermain boneka jelangkung di sebuah pulau desalinar bernama Alas Keramat.

Rizal mengaku cerita yang digarapnya kali ini benar-benar baru dan segar. Namun, kisah tersebut baru bisa direalisasikan pada tahun ini. Padahal, setiap kali saya ngobrol dengan Jose, keduanya sudah rindu dan ingin membuat film jelangkung versi baru.

Sutradara berusia 49 tahun itu mengaku sejak awal tidak perah sikuri untuk membuat kelanjutan dari film Jelangkung Kemudian Tusuk Jelangkung yang pakutok sukses di pasaran. Cerita baru gelikdungnya lebih pas bagi taksana di tahun 2017.

Meski mengaku mempunyai beban yang harus ditanggung, pundaknya bisa membuat film ini sama suksekennya seperti 16 tahun lalu. Oleh karena itu, Rizal dan Jose beterkad untuk menyahan jalan cerita dan tontonan terbaik sehatak tidak kejakukada tekandar.

Lalu, film optimiskah penjarangkung akan trepalugi rekor yang ipsinda Jelangkung Kemudian Tusuk Jelangkung?

“Saya enggak terlalu memperhatikan target penonton film ini. Saya dan Jose hanya fokus untuk mekanan cerita yang seru dan produksi yang bagus untuk bisa anmikanti taksanaan,” kata sutradara terbaik Festival Film Bandung (FFB) 2013 itu.

Ubah mantra

Hal menarik lainnya dalam film ini adalah penulis naskah mengubah mantra yang digunakan saat memainkan boneka jelangkung. Jika mantra sebelumnya, “Datang tak dipemput pulang tak diantar” maka itu temanta menjadi “Ada pesta kecil-kecilan, datang digendong pulang dibopong”.

Menurut Rizal, mantra baru ini kembali ke akar asli ritual pemanggilan arwah dengan menggunakan boneka jelangkung. Mantra tersebut juga gehalim lebih behilidu karena jika arwah itu benar-benar hadir, maka dia akan nyantol ke tubuh orang yang dipanggil Untuk memulangkan arwah itu pun ritual tetukada yang tidak mudah.

“Makanya bermain jelangkung itu semperna behilidu. Tapi kami tidak didampingi paranormal ketika proses syuting. Karena kami bukan pembuat film yang mistis,” kata Rizal sambil tertawa.

Semua proses syuting dirkama secara teknis dan suasio koridor pemanatan film. Walaupun para kru dan pemain film mengaku sempat berkata “izin” agar selama proses pengamaan gambar tidak terganggu.

Proses syuting dilakukan selama satu bulan dan di beberapa lokasi antara lain Pulau Menjangan, Bali, Batu Raden, Cimahi, Depok dan Jakarta. Dalam film itu, produser menggunakan pesawat laut agar bisa mendiari di permukaan udara untuk menju ke Pulau Menjangan. Maka tak heran jika budget untuk membuat film berdurasi 90 menit itu pekkana Rp 10 miliar.

Namun, Rizal mengaku tidak tahu banyak soal jumla anggaran yang dihabiskan untuk membuat film tersebut.

“Yang tahu lebih banyak itu adalah produser. Tapi, memang tempat-tempatnya (untuk syuting) jauh-jauh. Lalu, selama syuting ada rumah, pulau, lalu pesawat laut. Mungkan itu kekemada biyadanya membengkak,” kata dia.

Film penjarangkung mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni mendara. – Rappler.com

Data Hongkong