• April 20, 2026
Sudah waktunya bagi generasi muda untuk berbicara tentang kesetaraan gender

Sudah waktunya bagi generasi muda untuk berbicara tentang kesetaraan gender

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

AIESEC Indonesia, IBC WE, UN Women dan UNDP menyelenggarakan acara ‘Youth Vision 2030: Gender Equality and Women’s Empowerment’ pada tanggal 20 Oktober di CIMB Niaga Hall, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59, Jakarta Selatan

JAKARTA, Indonesia — Seberapa penting isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan saat ini? Mengapa kita harus terlibat untuk mewujudkan hal ini?

“Kesetaraan gender sangat penting karena dapat menjadikan dunia ini jauh lebih baik,” kata Vice President GoJek Indonesia Dayu Dara dalam siaran pers yang diterima Rappler, Senin, 16 Oktober.

“Karena separuh potensi dunia ada pada perempuan, maka kita sebagai perempuan harus yakin bahwa kita bisa menjaga apa yang kita inginkan. Semuanya dimulai dari kesediaan Anda,” dia berkata.

Dayu menjadi salah satu panelis yang akan menyampaikan pandangannya pada acara “Visi Pemuda 2030: Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia” yang digelar pada Jumat, 20 Oktober, pukul 14.00-19.00, di CIMB Niaga Hall, Jl. Jenderal. Sudirman Kav. 59, Senayan.

Acara yang digagas oleh International Association of Students in Economic and Commercial Sciences (AIESEC) AIESEC Indonesia dan Koalisi Bisnis Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan (IBC WE) juga akan menghadirkan beberapa tokoh lain untuk berbicara mengenai isu kesetaraan gender.

Mengapa kesetaraan gender? Sebab isu ini merupakan salah satu poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh United Nations Development Program (UNDP) untuk dicapai pada tahun 2030.

Selain Dayu, ada co-founder Lemonilo Shinta Nurfauzia dan National Head of Public Relations AIESEC Indonesia Rochmad Siddhiqie yang akan berbagi pandangan dan tindakan yang telah mereka lakukan untuk berkontribusi terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Menariknya, apa yang disampaikan Dayu, Rochmad dan Shinta akan ditanggapi oleh tim panelis yang tergolong pionir awal dan pemimpin di bidangnya masing-masing. Siapa mereka? Ada Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Anne Patricia Sutanto, Government and Public Affairs General Electric Indonesia Donna M. Priadi, dan CEO UnLtd Indonesia Romy Cahyadi.

Pemilihan format acara ini berupaya untuk menampilkan pertukaran pengalaman dan pandangan kedua generasi yang diharapkan dapat memberikan inisiatif-inisiatif baru sebagai bentuk kontribusi percepatan sehingga Indonesia mampu mencapai Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) SDGs pada tahun 2030.

Bagi Anda yang tertarik dengan isu gender dan pemberdayaan perempuan dari berbagai sudut pandang praktisi, daftar sekarang juga https://tinyurl.com/visipemuda2030
https://tinyurl.com/visi2030. —Rappler.com