Tanpa pengalaman di bidang energi, Jonan mengandalkan kemampuan Arcandra
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jonan berjanji akan bekerja sama dengan Arcandra untuk memenuhi harapan masyarakat dan Presiden Jokowi
JAKARTA, Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang baru, Ignasius Jonan mengaku belum memiliki pengalaman bekerja di sektor energi. Untuk itu, ia mengaku akan mengandalkan kerjasamanya dengan Arcandra Tahar yang memiliki latar belakang pendidikan dan pekerjaan di bidang tersebut. (BACA: 5 Hal tentang Menteri ESDM Arcandra Tahar)
“Saya tidak punya pengalaman di bidang energi. Tapi, ini wakil menteri bersama saya. Kita harus bekerja sama dan bersinergi, sejalan dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat dan presiden, kata Jonan saat ditemui awak media usai dilantik di Istana Negara, Jumat, 14 Oktober.
Pria yang menjabat Menteri Perhubungan selama 2 tahun ini mengaku akan bertemu Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk mendapatkan arahan dan instruksi lebih lanjut.
Lalu bagaimana rasanya bisa kembali masuk ke Kabinet Kerja Jilid 2 setelah sempat masukbergerak lagi? Jonan tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
“Alhamdulillah, kembali lagi,” ucapnya.
Berbeda dengan Jonan, Arcandra akan tegas menghidupkan kembali sektor energi di Indonesia. Namun untuk mewujudkannya, Jonan dibutuhkan di Kementerian ESDM.
Ia pun mengaku tak masalah jika diangkat menjadi wakil menteri oleh Jokowi. Padahal, beberapa bulan lalu ia dilantik menjadi menteri.
“Seperti yang saya katakan dari awal, semoga niat saya untuk pulang kampung diluruskan kembali. Keputusan terbaik diambil oleh Presiden. “Saya siap melayani dimanapun dan kapanpun,” kata Arcandra.
Jangan melihat masa lalu
Baik Jonan maupun Arcandra mempunyai permasalahan yang menyebabkan mereka dicopot dari jabatan Menteri. Jonan diduga menjadi sutradaranyamenggoyang karena gagal menyelesaikan permasalahan kemacetan di Tol Pejagan yang menyebabkan 11 pemudik meninggal dunia.
Sementara itu, meski pihak Istana tak pernah memberikan kejelasan, Arcandra dicopot setelah isu dwi kewarganegaraan mencuat ke publik. Pemerintah Indonesia akhirnya turun tangan dengan mengembalikan status kewarganegaraan Indonesianya mulai 1 September. (BACA: Yasonna Laoly: Arcandra Tahar kembali menjadi warga negara Indonesia sejak 1 September)
Namun bagi keduanya, persoalan tersebut sudah tidak menjadi beban lagi. Mereka lebih memilih menatap masa depan dengan penuh tanggung jawab dalam pelayanan yang sangat strategis ini.
“Kalau kita bekerja, kita juga akan menatap ke depan,” kata Jonan.
Sementara itu, Arcandra memastikan permasalahan terkait kewarganegaraannya sudah diselesaikan sebelum dirinya dilantik sebagai wakil menteri.
“Alhamdulilah semua permasalahan sudah terselesaikan,” ucapnya. – Rappler.com