• April 20, 2026
Tentara Filipina Bunuh 40 Anggota Abu Sayyaf

Tentara Filipina Bunuh 40 Anggota Abu Sayyaf

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Militer Filipina telah melakukan serangan intensif terhadap kelompok teroris Abu Sayyaf. Mereka membunuh 40 pejuang dan melukai 25 lainnya.

JAKARTA, Indonesia – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mewujudkan perkataannya terhadap kelompok teroris Abu Sayyaf. Dalam serangan militer yang terjadi pada Senin, 11 Juli, 40 pejuang Abu Sayyaf berhasil ditumpas.

Juru bicara Wilayah Militer Filipina Mayor Filemon Tan mengatakan 22 orang tewas dalam serangan di hutan Jolo di provinsi Sulu selatan; 18 orang lainnya tewas dalam serangan lain di wilayah Kepulauan Basilan. 16 pejuang Abu Sayyaf lainnya terluka.

“Seorang tentara tewas dalam pertempuran itu,” katanya Filemon seperti dilansir Al Jazeera pada Selasa, 12 Juli.

Penculikan dan pembantaian

Dalam beberapa bulan terakhir, Abu Sayyaf menjadi perbincangan hangat. Mereka berulang kali menculik awak kapal dari Indonesia dan Malaysia; juga memenggal dua sandera Kanada karena uang tebusan tidak dibayarkan.

Duterte yang baru menjadi orang nomor satu di Filipina pada 30 Juni lalu pernah mengancam Abu Sayyaf untuk berhenti atau ia akan “menghadapi” mereka. Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan Menteri Pertahanan Filipina yang baru dilantik Duterte bahwa membunuh Abu Sayyaf adalah prioritas keamanan utama mereka.

Serangan berturut-turut seperti yang saat ini dilakukan oleh pihak berwenang Filipina dapat mengejutkan kelompok ini dan suatu saat akan berhasil ditumpas.

Tindakan tersebut diyakini bukan karena ideologi agama, padahal kelompok tersebut telah berjanji setia kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka mengincar uang tunai puluhan juta dolar hasil penculikan tersebut, yang kemudian digunakan untuk membeli senjata dan amunisi baru.

Saat ini mereka masih menyandera 14 orang: 1 warga negara Belanda, 1 warga Norwegia, 5 warga Filipina, dan 7 warga Indonesia.

Indonesia yang 3 warganya kembali diculik oleh kelompok sempalan Abu Sayyaf di Malaysia pada Sabtu 9 Juli lalu, meyakinkan bahwa Indonesia tidak akan menjadi negara “sapi perah” bagi Abu Sayyaf. Karena tidak menutup kemungkinan kedepannya Abu Sayyaf akan langsung masuk ke wilayah Indonesia dan menculik WNI untuk kepentingan ekonomi.

Untuk itu, dalam jumpa pers Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada Senin, 11 Juli, mereka menyerukan patroli bersama di wilayah perairan Abu Sayyaf untuk mencegah kejadian seperti ini terulang kembali.

“Kami tidak pernah melakukan operasi atau patroli di wilayah perbatasan dan mereka tahu ada celah. Kalau saja kita melakukan (patroli), mereka TIDAK akan berani,” kata Gatot.-Rappler.com

HK Prize