Tips aman bepergian dengan sepeda motor
keren989
- 0
Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mudik menggunakan sepeda motor
JAKARTA, Indonesia — Menuju kampung halaman bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan menggunakan sepeda motor. Ini bukanlah cara yang paling ideal karena sepeda motor tidak disarankan untuk perjalanan jarak jauh, apalagi jika Anda membawa keluarga.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak mudik menggunakan sepeda motor. Karena terlalu banyak risikonya. Namun masih ada saja yang mudik dengan kendaraan roda dua.
Nah, jika Anda salah satu pemudik yang nekat menggunakan sepeda motor, berikut saran dan tips perjalanan aman dan selamat dari koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto.
Tidur minimal 8 jam
Lawan terberat bagi pengendara sepeda motor jarak jauh adalah diri Anda sendiri, yakni kondisi fisik. Jadi jangan memaksakan diri jika kondisi kesehatan Anda sedang tidak fit.
Selain itu, pastikan Anda sudah tidur minimal 8 jam sebelum berangkat rumah. Penting untuk mencegah rasa kantuk di perjalanan.
Periksa kondisi kendaraan
Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk memeriksa sepeda motor Anda. Pastikan semuanya berfungsi normal seperti rantai, rem, kelistrikan, lampu dan busi.
Ada baiknya sepeda motor diservis terlebih dahulu sebelum dibawa pulang. Selain itu jangan lupa surat-surat kendaraan anda. Dan, jangan coba-coba pulang tanpa surat izin mengemudi.
Selain itu, perlengkapan berkendara juga harus dipakai, seperti helm dan sarung tangan. Pastikan juga jas hujannya tidak tertinggal. Satu lagi, selalu gunakan sepatu saat mengendarai sepeda motor.
Kurangi setiap dua jam
Mengendarai sepeda motor tidak hanya menguras tenaga, namun perlahan konsentrasi Anda pun akan menurun. Jadi istirahatlah setiap dua jam untuk mencegah kelelahan dan menjaga konsentrasi.
“Atur ritme istirahat setiap dua jam sekali, karena saat berkendara, tulang belakang manusia memikul beban yang lebih berat dibandingkan tulang lainnya,” kata Edo.
Tentukan rutenya
Hal lain yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan adalah rute atau rute yang akan Anda lalui. Setiap jalur tentu mempunyai risikonya masing-masing. Sesuaikan rute dengan kondisi sepeda motor Anda.
Saat ini, Anda dapat memilih rute menggunakan aplikasi peta online. Beberapa aplikasi ini juga menyediakan situasi kemacetan lalu lintas saat ini. Pilihlah rute yang aman dan dapat membuat Anda nyaman saat melakukan perjalanan, bukan rute yang tercepat.
Berangkat saat fajar
Waktu terbaik untuk berangkat adalah fajar. Sebab saat itu kondisi tubuh Anda sedang dalam kondisi yang baik – dengan catatan Anda tidur 8 jam sebelumnya.
Hindari pulang tengah malam. Pasalnya, risiko kantuk bisa menghantui Anda sepanjang perjalanan. Selain itu, kondisi jalan yang tidak diketahui juga menjadi risiko lainnya. Apalagi, tidak semua rute yang akan Anda lalui aman dari tindak kejahatan.
Tinggalkan yang tidak perlu
Mudik naik sepeda motor relatif lebih murah, namun tidak bisa membawa banyak barang. Karena kelebihan beban justru akan membahayakan diri Anda sendiri.
Selain itu, beban berlebih tidak hanya membuat sepeda motor bekerja lebih keras, badan Anda juga bisa lebih cepat lelah.
“Kirim saja barangnya, lebih baik bayar ongkos kirim daripada resiko capek bawa barang,” kata Edo.
Jangan terburu-buru
Keluarga Anda sudah menunggu di kampung halaman, tapi mereka pasti ingin melihat Anda tiba dengan selamat. Jadi jangan terburu-buru di jalan.
Nikmati perjalanannya dan jangan memaksakan diri. Beristirahatlah jika Anda merasa lelah atau mengantuk. Hal ini penting agar Anda sampai ke kampung halaman dengan selamat.
Bersiaplah untuk kembali
Setelah sampai di kampung halaman, jangan lupa untuk mengecek kembali kondisi sepeda motor Anda. Pemeriksaannya sama seperti sebelum Anda berangkat pulang.
“Yang penting kepulangannya harus diatur seperti berangkat. Diperiksa seperti sebelumnya. “Banyak yang tidak memeriksa kendaraannya sesampainya di rumah, padahal itu berisiko,” kata Edo. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com