• May 3, 2026
Tips mengelola uang saat musim lebaran

Tips mengelola uang saat musim lebaran

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pengusaha Aulia Halimatussadiah berbagi tips agar kita tidak jatuh miskin usai musim lebaran

JAKARTA, Indonesia – Hampir semua orang pernah mengalami krisis keuangan. Apalagi setelah melalui masa-masa yang kerap mendorong masyarakat untuk mengeluarkan uang lebih banyak, seperti saat bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Padahal, akan selalu ada kebutuhan wajib lainnya yang harus dipenuhi setelah periode tersebut.

Lalu bagaimana kita bisa menghindari hal seperti ini? Bagaimana sebaiknya kita mengelola keuangan agar selain terhindar dari krisis keuangan, kita juga bisa bersiap menghadapi keadaan darurat dan kebutuhan di masa depan?

Dalam acara Rappler Talk: Mengelola Uang Saat Musim Idul Fitri pada Senin, 12 Juni, salah satu pendiri Moola.id dan pengusaha Aulia Halimatussadiah membagikan tipsnya. Seperti apa? Tonton di bawah ini:

1. Melunasi hutang

Biasakan merencanakan pengeluaran Anda setiap bulan. Tentu saja jumlah yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan jumlah nominal uang yang kita peroleh. Prioritaskan terlebih dahulu pemenuhan pengeluaran wajib dan mendesak, seperti melunasi utang, membiayai sekolah anak, atau membeli kebutuhan bulanan.

Jika masih ada, barulah Anda bisa membeli kebutuhan lainnya. Selain itu, hindari mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan dan tidak mendesak, seperti membeli baju dan sepatu baru, atau jalan-jalan ke kafe.

2. Membayar THR kepada yang membutuhkan

Menerima THR bukan berarti bisa langsung dibelanjakan. Masih ada hak bagi masyarakat yang membutuhkan juga. Sebagai seorang wirausaha, perempuan bernama Ollie ini mengaku juga menyisihkan sebagian THR-nya untuk membayar THR karyawannya.

Beliau juga sangat menganjurkan kita untuk menyisihkan sebagian harta kita untuk membantu orang yang lebih membutuhkan, untuk berbenah dan menjadikan hasil ikhtiar kita menjadi berkah.

3. Belajar berinvestasi

Banyak orang yang enggan berinvestasi karena dianggap cukup berisiko. Bahkan, Ollie mengatakan, risiko dalam berinvestasi juga berbanding lurus dengan keuntungan yang bisa kita peroleh. Pelajari berbagai produk investasi dan pilihlah yang paling nyaman dan sesuai dengan profil keuangan kita.

Ia sendiri berpesan bagi mereka yang baru mulai berinvestasi, sebaiknya mulai dengan produk simpanan di bank atau produk reksa dana. Begitu Anda tertarik dengan dunia investasi, mulailah belajar dan cobalah terjun di pasar saham.

4. Beli barang untuk meningkatkan produktivitas

Setelah sebagian THR Anda gunakan untuk kebutuhan mendesak, kini Anda bisa menggunakannya untuk kebutuhan pribadi. Namun bukan berarti membuang uang begitu saja.

Anggap saja sebagai investasi pada diri Anda untuk meningkatkan kemampuan Anda sebagai individu. Misalnya, Anda bisa membeli telepon pintar apa yang Anda impikan selama berbulan-bulan, untuk mempermudah pekerjaan Anda.

5. Sisihkan dana darurat

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi ada baiknya Anda menyisihkan sebagian THR untuk pengeluaran tak terduga atau dana darurat, seperti harus mengganti ban mobil saat mudik dan sejenisnya.

Selain itu, beliau juga berpesan agar kita menabung. Menurutnya, menabung juga berguna untuk mempersiapkan kita memenuhi kebutuhan di masa depan yang membutuhkan dana besar, seperti menikah atau membeli rumah.

Semuanya akan kembali padamu. Segala rencana yang telah Anda buat hanya akan berhasil jika Anda disiplin menjalankannya. Kendalikan diri Anda dalam membelanjakan uang dan ingatlah bahwa lebih baik menabung hari ini daripada menderita di kemudian hari. —Rappler.com

BACA JUGA:

HK Pool