• April 17, 2026

Untuk memperingati Hari Bumi, warga Banjarnegara mengikuti festival mandi lumpur

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Festival mandi lumpur bertujuan untuk menyatukan manusia dengan tanah atau bumi.

BANJARNEGARA, Indonesia – Sebanyak 500 warga Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara mengikuti festival mandi lumpur yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April. Acara tersebut antusias dihadiri warga sejak pagi di lapangan kota Kalilunjar.

Warga berdiri melingkar di tepi kolam sambil menunggu aba-aba dari panitia untuk mulai mandi. Penduduk kemudian menceburkan diri ke dalam kolam lumpur sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah bumi dan seisinya.

“Ini merupakan inisiatif warga untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi bumi kita yang semakin memburuk,” kata peserta mandi lumpur asal Dusun Kaliarus, Desa Kaliunjar, Banjarmangu, Khodijah, Sabtu, 22 April.

Panitia kemudian melemparkan koin ke kerumunan peserta. Mereka saling dorong dan dorong untuk mendapatkan koin. Para peserta pun tak segan-segan menelusuri area yang penuh tanah liat untuk mengumpulkan koin-koin yang dilempar panitia.

Momen ini sepertinya cukup seru. Sebab, setiap kontestan saling menertawakan kondisi fisik karena wajah dan tubuhnya berlumuran lumpur.

Para peserta kemudian diarak melewati jalan provinsi dan dibawa menuju Kompleks Wisata Bukit Asmara Situk, Desa Kalilunjar. Mereka membawa pot dengan tunas merah. Seribu bibit tanaman akan ditanam di sepanjang jalan desa dan provinsi untuk penghijauan.

Jaga kondisi bumi

Khodijah mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Sebab melalui aksi tersebut, masyarakat diingatkan untuk tidak lupa menjaga bumi, planet yang mereka tinggali.

Hari Bumi juga menjadi momen yang tepat bagi masyarakat untuk memikirkan perilakunya terhadap bumi.

“Yang terpenting bukan kegiatannya, tapi maknanya agar kita bisa lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Kepala Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Slamet Raharjo mengatakan, mandi lumpur bertujuan untuk mempersatukan masyarakat dengan tanah atau bumi. Kewaspadaan ini penting karena kondisi tanah di Banjarnegara sebagian besar labil dan rawan longsor.

Kondisi lahan tersebut, kata Slamet, bergantung pada cara warga mengelolanya. Oleh karena itu, Slamet berharap warga bisa menjaga keseimbangan tanah agar tidak menimbulkan longsor. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain penanaman pohon, pengikatan tanah, dan perbaikan pola tanam ramah lingkungan.

Sebelumnya warga juga menanam ribuan bibit pohon di bantaran Sungai Merawu untuk mencegah erosi, ujarnya. – Rappler.com

pengeluaran hk hari ini