Usai dilantik, Jokowi akan mengajak Anies-Sandi berdialog
keren989
- 0
Diakui Sandiaga, suasana pelantikan terasa sangat cair
JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo melantik Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pemimpin baru DKI di Istana Kepresidenan pada Senin, 16 Oktober. Anies-Sandi dilantik setelah ditetapkan KPUD sebagai pemenang Pilkada DKI pada Mei lalu.
Proses pelantikan berlangsung sederhana dan dihadiri sejumlah tokoh politik, antara lain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Rakyat (DPR) Setya Novanto, dan para menteri kabinet kerja.
Baik Anies maupun Sandi mengucap syukur karena pergantian kepemimpinan di DKI berjalan lancar. Ia pun mengaku siap bekerja mulai Selasa depan untuk memenuhi janji kampanyenya.
“Kami siap untuk mulai bekerja. Fase kampanye telah selesai. Masa persiapan telah selesai. “Sekarang saatnya kita menepati janji kita,” kata Anies usai dilantik, Senin sore.
Kini fokusnya saat ini hanya satu, yakni menjadi pemimpin DKI bagi seluruh warga Jakarta, termasuk yang sebelumnya mendukung kubu Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
“Kami menginginkan Jakarta yang adil dan ingin Jakarta menjadi milik semua orang. Jakarta bukan milik sekelompok orang. “Ini bukan hanya milik mereka yang punya uang, tapi juga milik mereka yang ingin datang ke sini untuk mencapai kesejahteraan,” ujar pria yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era awal kepemimpinan Jokowi ini.
Anies mengaku tak merasa risih saat harus kembali ke ruangan yang biasa digunakan untuk memperkenalkan diri sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ia mengatakan hubungannya dengan Jokowi masih baik.
“Ya, kami berbicara. Namanya sudah dikenal sejak lama. (Yang dibicarakan) macam-macam sepanjang perjalanan. “Kami melontarkan lelucon sepanjang proses yang kami lalui,” katanya.
Sementara itu, Sandi lebih gamblang mengatakan, perjalanan mereka menuju tempat pelantikan terlihat kaku. Karena itu, menimbulkan tanda tanya bagi mantan Wali Kota Solo itu.
“Pak Jokowi bilang ke saya, wah, kapan latihan barisan dimulai? “Karena kita lihat ketat banget,” kata Sandi yang juga ditemui di Istana usai dilantik.
Sesuai pengakuan Anies, Sandi juga menjelaskan suasana pelantikan berlangsung cair. Ia bahkan menyebut Ibu Negara Iriana Jokowi menyodok Prabowo Subianto hingga meminta foto bersama.
“Sulit dipercaya. Kedekatan yang sangat cair,” ujarnya.
Tidak ada pesanan’
Kemunculan Anies-Sandi tentu menimbulkan pertanyaan apakah ada pihak tertentu yang sebelumnya membantu mereka memenangkan Pilkada DKI lalu meminta ganti rugi. Anies-Sandi membantah keras hal tersebut.
Sandiaga bahkan menyebut Prabowo Subianto selaku Ketua Umum tidak pernah meninggalkan pesan apa pun. Yang terpenting, kata Sandiaga, mereka bisa menepati janjinya saat pertama kali berkampanye.
“TIDAKPak Prabowo tidak meminta apa-apa, kata Sandi.
Prabowo yang ditemui di Istana membenarkan kalimat Sandi. Ia berharap keduanya yang didukung pihaknya bisa bekerja sama dengan baik demi kemaslahatan warga Jakarta.
“Karena permasalahan di Jakarta adalah permasalahan yang pelik, rumit dan serius. “Jadi kita doakan mereka sukses,” kata pria yang pernah menjadi calon presiden tahun 2014 itu.
Ia yakin Anies-Sandi akan bekerja untuk kepentingan rakyat. Termasuk menghadapi persoalan pelik lainnya seperti daur ulang di kawasan utara Teluk Jakarta. Terkait persoalan ini, Prabowo berharap kedua pemimpin Jakarta bisa akomodatif dan mendengarkan kedua belah pihak.
“Mereka juga harus memperhatikan kepentingan semua sektor dan memperhatikan kepentingan pengusaha. “Kepentingan keduanya harus diakomodasi,” ujarnya.
Prabowo pun membenarkan adanya pembicaraan antara dirinya dan Jokowi. Sayangnya, Prabowo enggan membeberkannya.
Sebelumnya, sinyal adanya kebijakan pembalasan sepertinya dilontarkan Sekjen PKS Mustafa Kamal ke gedung KPU. Ia mengingatkan Anies-Sandi agar tidak melupakan partai politik yang didukungnya di Pilgub DKI.
“Jangan pernah lupakan kader PKS dan Gerindra serta partai lain yang mendukung putaran kedua. “Masyarakat luas telah mendukungnya sehingga aspirasi mereka tentu saja diperhatikan secara proporsional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Mustafa. media.
Mampukah Anies-Sandi menolak politik balas dendam pendukungnya? Tulis pendapatmu di kolom komentar. – Rappler.com