• May 25, 2026
Wakil Gubernur Jawa Timur menyerukan penutupan KBIH Arafah karena mengabaikan calon jemaah haji di Filipina

Wakil Gubernur Jawa Timur menyerukan penutupan KBIH Arafah karena mengabaikan calon jemaah haji di Filipina

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sebanyak 177 calon jamaah haji asal Indonesia ditahan petugas imigrasi Filipina karena berangkat ke Arab Saudi dengan paspor Filipina.

PASURUAN, Indonesia – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta Kementerian Agama menutup Kelompok Bimbingan Haji Arafah (KBIH) di Pasuruan, Jawa Timur, karena menelantarkan calon jamaah haji Indonesia di Filipina. Mereka ditahan oleh petugas imigrasi Filipina karena berangkat ke Saudi dengan paspor Filipina.

“Ini tidak bisa dibiarkan, KBIH tidak bisa memberangkatkan calon jemaah haji. “Saya usulkan ke Kementerian Agama agar KBIH Arafah ditutup,” kata Saifullah, Kamis, 25 Agustus 2016.

Saifulah, biasa disapa Gus Ipul, dialog dengan keluarga calon jamaah haji di Balai Desa Bulu Kandang, Pasuruan. Ia meminta Nurul Huda atau Gus Huda selaku pengelola KBIH Arafah mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Ayo berangkat, mari kita bertanya dan meminta pertanggungjawaban pengurus, kok bisa seperti ini (kok jemaahnya berangkat lewat Filipina), harus dia jelaskan ke wartawan,” ujarnya.

“Saya minta keluarga tetap tenang, kita harus yakin, pemerintah wajib melindungi seluruh warganya, dimanapun berada. Namun perlu kita pahami bahwa pemerintah Filipina juga memiliki peraturan untuk menangani hal tersebut. Percayalah, keluarga dan saudara-saudaramu selamat karena menjadi korban. “Kita tunggu saja perkembangannya,” kata Gus Ipul lagi.

Ia mengaku kecewa dan mengecam KBIH yang melakukan kejanggalan hingga mengakibatkan 177 jemaah haji berurusan dengan pemerintah Filipina.

“Jujur kalau begitu, saya sangat kecewa. “Dan saya mengutuk KBIH yang tidak baik ini, dan kami meminta Kementerian Agama menutup KBIH Arafah,” kata Gus Ipul yang kesal.

Selain keluarga jemaah, pertemuan tersebut juga dihadiri camat, lurah, dan aparat kepolisian setempat. Gus Ipul juga sempat menyambangi kantor KBIH Arafah. Ia meminta penjelasan dari KBIH.

Pria bernama Saiful tak kuasa menahan emosi karena ibunya, Sumiyati (72 tahun), menjadi salah satu korban KBIH Arafah.

“Bagaimana perasaanmu jika ibumu mengalami hal ini? “Aku heran kenapa kamu tidak pernah cerita ke kami, malah aku dan keluarga mengetahui hal ini (ibunya ditelantarkan) dari televisi, apa tanggung jawabmu, kamu tidak pernah bisa dihubungi, dan kamu menghilang terus,” teriak Saiful kesal.

Gus Ipul mengaku heran mengapa KBIH menyia-nyiakan kepercayaan masyarakat. “Kalau begitu, nama Gus akan hancur dan masyarakat tidak lagi percaya padanya. “Yang lebih sulit adalah menyia-nyiakan Gas Tuhan,” ucapnya lagi.

Total, ada 12 KBIH asal Pasuruan dan 2 KBIH lainnya dari Sidoarjo yang terdaftar untuk memberikan pelayanan kepada calon jemaah haji.

Sementara itu, Gus Huda mengaku baru mendapat kabar jemaah yang berangkat tertahan di Filipina.

Dipindahkan ke KBRI Manila

Setelah dilakukan proses verifikasi, 177 calon jemaah asal Indonesia akhirnya diperbolehkan dipindahkan ke KBRI Manila mulai Jumat, 26 Agustus. Mereka dipindahkan sambil menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan dengan dipindahkan ke KBRI Manila diharapkan mereka bisa menunggu kepulangannya dengan kondisi yang lebih nyaman.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berkomunikasi dengan mitranya mengenai masalah ini. Retno meminta agar calon jemaah haji dipandang sebagai korban kejahatan terorganisir. Retno juga tak menampik, penggunaan paspor Filipina oleh WNI untuk memanfaatkan kuota haji di sana sudah terjadi.

“Oleh karena itu, wajar saja ada yang menangani penanganan perbuatan melawan hukum. Yang harus kita prioritaskan saat ini adalah memberikan perlindungan maksimal kepada 177 WNI yang menjadi korban, kata Retno. – Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran SDY