Wanita dibunuh setelah memanggil pasangan seksnya ‘King Kong’ di tempat tidur
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Seorang wanita lain terbunuh dalam insiden terpisah karena dia menolak melakukan hubungan seksual untuk kedua kalinya
JAKARTA, Indonesia – Dua perempuan dibunuh di Jakarta pekan ini, keduanya karena diduga menghina pasangan seksualnya.
Kamis, 14 Juli, polisi menangkap Syahril Sidik yang dituduh membunuh pekerja seks berusia 25 tahun.
Menurut polisi, korban menghina Sidik saat berhubungan intim, mengomentari bau badan dan bulu badannya, serta menyebutnya sebagai “King Kong”.
Karena tersinggung, tersangka menikam korban sebanyak 9 kali di bagian perut dan leher secara heboh berkali-kali, kata Hendy F Kurniawan dari Sub Reskrim Kriminal dan Kekerasan Polda Metro Jaya. media lokal.
Kurniawan mengatakan, Sidik kemudian kabur dari lokasi kejadian dan meninggalkan jenazah korban di kamar hotel serta mengambil barang miliknya.
Dia ditangkap di Jakarta Utara pada Kamis. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang, termasuk telepon genggam milik korban dan sepeda motor Honda Scoopy miliknya.
Kejadian serupa
Penangkapan serupa dilakukan pada Selasa ketika polisi menangkap pengusaha Calvin Soepargo karena diduga membunuh seorang perempuan berusia 24 tahun setelah ia juga merasa dihina oleh korban.
Keduanya disebut sempat berkencan pada Jumat, 8 Juli sebelum melakukan hubungan intim. Wanita itu dilaporkan dibayar Rp 4 juta ($308) untuk bermalam. Soepargo meminta putaran kedua pada hari Sabtu, tapi dia menolaknya.
Ketika dia menolak berhubungan seks, tersangka mengatakan korban mengatakan bahwa dia “tidak bertahan lama” dan orang tuanya sedang menunggunya di rumah.
“Tersangka kecewa dan marah mendengar perkataannya sehingga memukul bagian belakang kepala korban. Korban terjatuh, lalu dicekik hingga tewas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Awi Setiyono. media lokal.
Setelah dia meninggal, dia dilaporkan memasukkan jenazahnya ke dalam kotak, menyegelnya dengan selotip dan mengikatnya dengan tali biru dan membuang jenazahnya di bawah jalan tol di Jakarta Utara.
Dua insiden baru-baru ini bukanlah hal yang aneh di Indonesia, dimana prostitusi merupakan tindakan ilegal namun merajalela di kota-kota besar.
Pada tahun 2015, seorang pria Indonesia berusia 24 tahun mengaku sangat tersinggung oleh seorang wanita yang mengeluhkan bau badannya saat mereka berhubungan seks hingga akhirnya dia mencekik wanita tersebut hingga meninggal.
Wanita tersebut juga seorang pekerja seks. (BACA: Sidang dimulai bagi pria yang membunuh pekerja seks karena bau badan)
Kekerasan terhadap perempuan juga merajalela di Indonesia, sehingga mendorong perlunya undang-undang baru. – Rappler.com