• June 20, 2026
5 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Ketua DPD Irman Gusman

5 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Ketua DPD Irman Gusman

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Irman Gusman merupakan salah satu penggagas lahirnya DPD RI, lembaga yang dipimpinnya selama 2 periode

JAKARTA, Indonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar aksi tangkap tangan (OTT) dini hari pada Sabtu, 17 September. Salah satu yang ditangkap adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.

Dia diduga menerima suap terkait kasus impor gula. Saat ini ia ditetapkan sebagai tersangka.

(BACA: KPK menangkap Ketua DPD Irman Gusman dalam kasus suap impor gula)

Berikut 5 hal yang perlu Anda ketahui tentang Irman:

1. Penggagas DPD

Anggota dewan yang berasal dari Sumatera Barat ini memulai karir politiknya pada tahun 1999 sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ia merupakan salah satu penggagas amandemen UUD 1945 yang akhirnya melahirkan sistem pemilu, Mahkamah Konstitusi, dan juga lembaga DPD.

Irman juga dikenal sebagai pelobi yang berhasil membentuk Fraksi Delegasi Daerah MPR pada tahun 2001, meski sebelumnya fraksi tersebut dibekukan. Ia mengatakan ingin pembangunan negara ini didorong dari daerah.

(PERIKSA FAKTA: Kewenangan Dewan Perwakilan Daerah)

2. Ketua DPD 2 periode

Irman terpilih menjadi Ketua DPD periode 2009-2014. Ia kemudian terpilih kembali untuk periode berikutnya yakni 2014-2019.

Namun, sebelum memimpin lembaga utusan daerah ini, Irman juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD. Pada tahun 2004, ia terpilih menjadi wakil Sumatera Barat, dan berhasil lolos dalam pemilihan ketua dan wakilnya.

Setelah pemungutan suara, Ginandjar Kartasasmita terpilih sebagai ketua; sedangkan Irman dan La Ode Ida menduduki jabatan wakil periode 2004-2009.

3. Menyarankan hukuman mati bagi koruptor

Irman hadir pada Festival Anti Korupsi Bandung 2015 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat. Saat itu, ia menilai korupsi merupakan kejahatan luar biasa dan dapat menghancurkan peradaban manusia.

Menurutnya, perlu hukuman berat bagi koruptor. Seperti di Tiongkok, koruptor dihukum mati sebagai efek jera. “Kalau perlu kenapa tidak,” kata Irman saat ditanya wartawan apa pendapatnya tentang hukuman mati bagi koruptor.

Ia menilai penegakan hukum di Indonesia harus memberikan hukum yang tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Aktif dalam organisasi

Pada tahun 2000, Irman menjadi penasehat Dewan Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumatera Barat. Beliau juga merupakan anggota Dewan Pakar Dewan Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Majelis Wali Amanat Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Setahun kemudian ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Bidang Pemasyarakatan Bulutangkis Pengurus Besar PBSI.

Irman juga menjadi:

  • Perwakilan Ketua Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Dewan Pakar Gebu Minang
  • Anggota Dewan Pengurus Pengusaha Bos
  • Perwakilan Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Daerah
  • Ketua Yayasan Amal Bhakti Mukmin Indonesia
  • Ketua Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer Padang
  • Ketua Lembaga Kajian Pembangunan Ekonomi Hipmi Pusat
  • Anggota/pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)
  • Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat

Pada bulan Maret 2013, Irman juga ditunjuk sebagai keluarga kehormatan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Hal ini diduga terkait dengan terpilihnya ia menjadi anggota MPR atas rekomendasi Fraksi TNI/Polri pada tahun 1999.

5. Aset Rp 31 miliar

Sebelum kasus ini terungkap, Irman telah menyerahkan laporan harta kekayaannya kepada Wakil Ketua KPK, Zulkarnaen. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses dari laman KPKIrman melaporkan kekayaannya sebesar Rp 31.905.399.714 dan US$ 40.995.

Irman sendiri dikenal gigih menentang korupsi. Pada Pada tahun 2015, dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK), Irman bahkan memberikan pernyataan mengenai kemajuan Filipina dalam hal penegakan korupsi.

Saat itu, ia juga berharap KPK menjadi ujung tombak dan didukung serta diperkuat.—Rappler.com

HK Pool