Apakah Anda memerlukan vaksin difteri ulang saat dewasa?
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Meningkatnya kasus difteri pada orang dewasa sebagian besar disebabkan karena mereka tidak mendapatkan vaksinasi atau status imunisasi yang tidak lengkap sejak masa kanak-kanak.
JAKARTA, Indonesia — Belakangan ini penyakit difteri kembali mewabah di Indonesia. Difteri sebenarnya merupakan penyakit lama dan sudah ada vaksin untuk melawannya yang disebut vaksin DPT.
Namun penyakit difteri ini menyerang orang dewasa yang menerima vaksin difteri saat masih anak-anak. Mengapa? Lantas, apakah ini berarti orang dewasa perlu divaksinasi lagi?
Jenis dan jadwal pemberian vaksin difteri
Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium dan biasanya menyerang amandel, tenggorokan, hidung, dan kulit. Penyakit ini menyebar dengan cepat melalui partikel di udara yang berasal dari batuk, bersin, atau tertawa. Jika Anda terkena penyakit ini, Anda akan mengalami gejala seperti sakit tenggorokan, suara serak, dan gangguan pernapasan. Faktanya, penyakit difteri dapat menyebabkan kematian jika tidak segera diobati sehingga memerlukan pencegahan berupa vaksin.
Vaksin difteri ada tiga jenis, yakni vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td. Vaksin ini diberikan pada berbagai usia, antara lain:
- Bayi di bawah usia satu tahun menerima tiga dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan selang waktu satu bulan.
- Anak usia 18 bulan diberikan vaksin DPT-HB-Hib sebanyak satu dosis.
- Anak-anak sekolah dasar mulai kelas 1 diberikan satu dosis vaksin DT pada bulan November.
- Anak-anak kelas 2 SD diberikan satu dosis vaksin Td pada bulan November.
- Anak-anak kelas 5 SD diberikan satu dosis vaksin Td pada bulan November.
Maka kini saatnya Anda memastikan anak Anda sudah mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal, termasuk vaksin difteri. Jika dirasa belum lengkap, segera selesaikan. Sebab, hal itu bisa berarti anak-anak berisiko tertular difteri ketika sudah besar nanti.
Jika Anda sudah mendapatkan vaksin difteri saat masih kecil, mengapa Anda masih bisa mendapatkannya saat dewasa?
Munculnya kasus difteri pada orang dewasa sebagian besar disebabkan karena mereka belum mendapatkan vaksinasi atau status imunisasinya tidak lengkap sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu, Anda harus memastikan apakah Anda sudah menerima vaksin difteri atau belum. Jika tidak, Anda tetap perlu melakukan vaksinasi ulang untuk mencegah terkena penyakit ini.
Lalu bagaimana jika Anda sudah divaksinasi tetapi masih terkena difteri saat dewasa? Jadi, meski Anda sudah divaksinasi, kekebalan tubuh Anda terhadap difteri bisa berkurang seiring berjalannya waktu. Hal ini akan semakin parah bila upaya pencegahan penyakit difteri tidak dilakukan secara maksimal.
Belum lagi sebagian orang tua yang menganggap imunisasi tidak berdampak pada imunitas tubuh sehingga menolak pemberian vaksin difteri pada anaknya. Hal ini membuka peluang difteri untuk masuk kembali dan menyebar ke anak-anak dan orang dewasa.
Kapan vaksin difteri diberikan pada orang dewasa?
Vaksin difteri untuk orang dewasa menggunakan vaksin Td/Tdap yaitu vaksin DPT dengan pengurangan antigen dan pertusis. Bedanya, Tdap menggunakan komponen pertusis aseluler, artinya bakteri pertusis menjadi tidak aktif sehingga jarang menyebabkan demam.
Idealnya, vaksin difteri diberikan dalam tiga dosis sejak usia dua tahun hingga usia 18 tahun (usia 5 tahun, 10-12 tahun, dan 18 tahun). Setelah itu, vaksin ini akan lebih efektif jika diberikan setiap 10 tahun sekali seumur hidup. Mengapa? Sebab, vaksin hanya mampu memberikan perlindungan selama 10 tahun sehingga harus diberikan setelah 10 tahun pemacu atau penguat.
Menurut CDC, vaksin difteri diberikan dalam satu dosis kepada mereka yang berusia 19-64 tahun. Berikut jadwal pemberian vaksin difteri untuk orang dewasa:
- Orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin Td atau status imunisasinya tidak lengkap, diberikan vaksin Tdap sebanyak 1 dosis, dilanjutkan dengan vaksin Td sebagai booster setiap 10 tahun.
- Orang dewasa yang tidak diimunisasi sama sekalidua dosis pertama diberikan dengan selang waktu 4 minggu dan dosis ketiga diberikan 6 hingga 12 bulan setelah dosis kedua
- Orang dewasa yang belum menyelesaikan tiga dosis vaksin Td seri primer diberikan sisa dosis yang belum terisi
Di Indonesia sendiri belum ada program imunisasi difteri untuk orang dewasa. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan apakah status imunisasi Anda sudah lengkap atau belum. Jika Anda tidak berpikir demikian, segera dapatkan vaksin difteri untuk mencegah penyakit difteri.
Jika di daerah Anda ada seseorang yang diduga mengidap penyakit difteri, maka Anda harus segera meminta untuk divaksinasi kembali, meskipun Anda sudah divaksinasi saat masih anak-anak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda terhadap penularan penyakit difteri. —Rappler.com
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di halosehat.com