• April 17, 2026

Berita hari ini : Sabtu 22 April 2017

Halo pembaca Rappler!

Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Sabtu, 22 April 2017.

Jokowi mengancam akan memecat menterinya yang tidak memenuhi target

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengancam akan memecat menterinya yang tidak dapat memenuhi target kinerja. Mantan Gubernur DKI ini sudah terbiasa bekerja sesuai target. Oleh karena itu, para menteri, mau tidak mau, harus bisa bekerja sesuai target yang telah ditetapkan.

“Saya bekerja dengan target. “Pak Menteri bilang target saya terlalu besar, saya bilang itu urusan menteri,” ujarnya saat menghadiri Kongres Ekonomi Umat di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Ia menegaskan, target yang ditetapkan harus berhasil dicapai. Jika tidak, maka dia akan mengganti, memindahkan atau bahkan mencopot menterinya.

“Targetnya harus selesai, kalau tidak selesai, lain soal. “Bisa diganti, bisa dipindahkan, bisa dilepas dan sebagainya,” ujarnya lagi.

Disampaikan Jokowi mengenai target penerbitan sertifikat tanah yang setiap tahunnya harus meningkat. Sebab, dari 126 juta bidang tanah yang ada, baru 46 juta bidang tanah yang sudah mendapat sertifikat. Sementara Kementerian Pertanian dan Tata Ruang hanya menerbitkan 400 sertifikat dalam satu tahun. Baca selengkapnya Di Sini.

Soal laporan Allan Nairn, Gatot: Kalau hoax bagaimana, saya harus tanggapi apa?

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menolak menanggapi artikel jurnalis investigasi Amerika Serikat Allan Nairn yang berjudul “Sekutu Trump di Indonesia bersekongkol dengan milisi dukungan ISIS yang berusaha menggulingkan presiden terpilih”. Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh situs The Intercept pada Rabu, 19 April.

Pasal tersebut menyatakan bahwa Gatot terlibat dalam upaya pengkhianatan untuk menggulingkan Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“Saya tidak akan menanggapi. Karena terlalu kecil untuk saya tanggapi. “Kalau itu hoax, kenapa kita harus bereaksi?” kata Gatot usai menghadiri acara Dharmasanti Nasional dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di Mabes TNI.

Nairn menulis, salah satu faktor penyebab upaya makar tersebut karena pemerintahan Jokowi memberikan ruang bagi para korban tragedi 1965 dengan menggelar simposium pada April tahun lalu. Simposium ini juga menghadirkan para korban tragedi 1965.

Gatot mengaku tidak akan menggugat Tirto, media yang mengadaptasi tulisan Nairn ke dalam bahasa Indonesia. Karena menanggapi artikel ini sama saja dengan gila.

“Media adalah satu-satunya pihak yang ingin mengetahui apakah informasi tersebut benar atau tidak. Mengapa saya harus melanggar hukum karena hal-hal kecil? “Sekarang begini, kalau mau lawan orang gila, kalau mau menang disebut gila, kalau mau kalah disebut gila juga,” kata Gatot. Baca selengkapnya Di Sini.

Sebuah speedboat yang membawa siswa TK tenggelam di Kalimantan Barat

Sebuah speedboat yang membawa rombongan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) tenggelam di Sungai Silat di Desa Nanga Lungu, Kecamatan Silat Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Enam orang dilaporkan tenggelam dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu.

Empat di antaranya adalah siswa TK. Keenam orang tenggelam tersebut diketahui bernama Ratna (46 tahun), Juliana (44 tahun), D (4 tahun), Andi (3 tahun), Paskaliana (5 tahun), dan R (4 tahun).

“Mereka merupakan rombongan berjumlah 33 orang yang hendak mengikuti kegiatan lomba anak TK di Nanga Danangkan, pusat kecamatan Silat Hulu, namun di tengah perjalanan speedboat yang mereka tumpangi tenggelam,” kata Camat Nanga. Desa Lungu, Joni yang membenarkan hal tersebut melalui telepon.

Ia mengatakan rombongan meninggalkan Desa Nanga Lungu sekitar pukul 07.30 WIB. Namun dalam perjalanan menuju Gurung Ngeri Sungai Silat pada pukul 08.30 WIB, kapal cepat yang mereka tumpangi tenggelam akibat arus sungai yang deras.

Dari enam korban tenggelam, hanya satu balita yang ditemukan yakni R. Sisanya masih dalam proses pencarian. Baca selengkapnya Di Sini.

Polisi akan mengusut peredaran foto porno anggota DPR

KAMPANYE.  Refleksi tangan simpatisan Partai Gerindra saat berkampanye di Lapangan Syech Yusuf Gowa, Sulawesi Selatan, 27 Maret 2014. Foto oleh Yusran Uccang/ANTARA

Polisi akan mengusut peredaran sejumlah foto porno yang diduga memperlihatkan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra AD setelah foto tersebut beredar secara online. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono, penyidikan bisa dimulai dari laporan masyarakat atau laporan model A, artinya diketahui polisi sendiri.

“Kita bisa lakukan pencarian untuk itu ya? Masyarakat juga bisa login, itu bagus,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Ia mengatakan, AD dan distributornya berpotensi menghadapi tuntutan pidana jika dengan sengaja menyebarkan foto-foto yang mengandung pornografi.

“Mereka yang menyebarkannya juga bisa terkena dampaknya. Kalau foto itu diambil, kita lihat dulu apakah dia sengaja menyebarkannya atau tidak. “Kita lihat dulu, tergantung hasil penyidikan,” ujarnya.

Empat foto AD yang diduga tampil bugil dan melakukan aktivitas seksual kemudian beredar online. Baca selengkapnya Di Sini. – Rappler.com

Angka Keluar Hk