• April 17, 2026
Empat agenda utama Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di Indonesia

Empat agenda utama Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di Indonesia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pemerintah Australia mempunyai kepentingan untuk membendung pejuang asing yang kembali dari Irak dan Suriah

JAKARTA, Indonesia – Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop kembali mengunjungi Indonesia. Pada kunjungannya yang ke 8 ini beliau membawa 4 agenda utama yang akan dibicarakan bersama rekan-rekannya.

Agenda pertama terkait pemberantasan terorisme yang menjadi perhatian kedua negara. Pemerintah Australia prihatin dengan kembalinya pejuang asing dari Irak dan Suriah setelah pasukan pemerintah berhasil merebut beberapa kota dari organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Saat ini terdapat sekitar 110 warga Australia yang diketahui memerangi ISIS di Irak dan Suriah. Sementara itu, Indonesia pernah menyebut sekitar 500 warganya telah berangkat ke Irak dan Suriah untuk melawan ISIS.

“Jika mereka selamat dari konflik di sana, maka kami kira mereka akan kembali ke tanah air. Oleh karena itu, diperlukan upaya internasional untuk memantau pergerakan mereka. Oleh karena itu, penting bagi kedua negara untuk bertukar informasi, sehingga kita tahu di mana mereka berada dan apa yang mereka lakukan, kata Bishop pada Rabu 26 Oktober di kantor Kemenkopolhukam.

Menurut Bishop, para pejuang asing ini dapat membahayakan warga Australia dan negara lain berdasarkan pengalaman mereka dengan para jihadis yang kembali dari Afghanistan.

“Jika melihat angkanya, diperkirakan jumlah pejuang asing Australia yang saat ini berada di Suriah dan Irak bisa mencapai 4 hingga 5 kali lipat dari jumlah tersebut. Mereka mempunyai jaringan, pengalaman dan kemampuan yang dapat merugikan warga Australia. “Pemerintah berupaya melakukan segala hal yang diperlukan, salah satunya dengan bekerja sama dengan mitra kami di Indonesia,” kata Bishop lagi.

Agenda kedua, membahas jadwal kunjungan kenegaraan Presiden Joko “Jokowi” Widodo ke Australia. Rencananya Jokowi akan melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Australia pada November mendatang. Namun tanggal kunjungannya belum ditentukan.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull dan Presiden Jokowi telah melakukan pembicaraan beberapa bulan lalu dan kami akan terus membangun hubungan yang lebih erat, kata Bishop yang ditemui di Istana Kepresidenan usai melakukan kunjungan kehormatan ke Jokowi.

Agenda ketigayakni menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Negara-Negara di Lingkar Samudera Hindia (IORA). Indonesia menjadi ketua IORA tahun ini dan mengadakan pertemuan puncak pertamanya. Bishop adalah salah satu dari 11 menteri luar negeri yang menghadiri pertemuan puncak tersebut.

KTT tersebut akan digelar pada 27-28 Oktober dan diharapkan menghasilkan dokumen bernama Bali Communique. Dokumen tersebut akan memuat visi dan langkah konkrit untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan kerja sama maritim demi kebaikan bersama.

Agenda keempat, menghadiri pertemuan bilateral dalam format 2+2 di Bali. Pertemuan tahunan ini akan menghadirkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia dan Australia.

Menurut Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri, Edi Yusup, inti pertemuan 2+2 menjadi landasan pertemuan Bali Process yang sebagian besar membahas kejahatan penyelundupan manusia, perdagangan manusia, dan kejahatan transnasional.

“Dalam pertemuan 2+2 ada 5 agenda. Salah satunya membahas peningkatan kehadiran Indonesia dan Australia di kawasan Pasifik, kata Edi saat dihubungi Rappler, Selasa, 25 Oktober.

Kerja sama maritim, kata Edi, juga dibahas, khususnya terkait stabilitas di kawasan Laut Sulu dan Laut Cina Selatan. – Rappler.com

situs judi bola online