• April 19, 2026
Gunung Agung kembali erupsi, bandara di Bali dan Lombok tetap buka

Gunung Agung kembali erupsi, bandara di Bali dan Lombok tetap buka

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan perjalanan ke Bali

JAKARTA, Indonesia – Gunung Agung kembali kembali mengalami letusan pada Jumat pagi, 8 Desember. Meski demikian, volume abu vulkanik yang keluar dari kawah masih sangat kecil. Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hujan abu tipis hanya terjadi di sekitar desa yang berada di lereng Gunung Agung, seperti Dusun Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

“Arah angin dominan tenggara. Tidak ada dampak terhadap aktivitas penerbangan akibat letusan tersebut. Volcano Observatory Notice to Aviation (VONA) masih berwarna oranye. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok masih beroperasi normal, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Sutopo menjelaskan, gunung yang tingginya sekitar 3.000 meter ini memang sedang dalam tahap erupsi, sehingga erupsi merupakan fluktuasi yang biasa terjadi pada pergerakan magma di dalam tubuh Gunung Agung.

Berdasarkan data pos pengamatan PVBMG pada hari ini pukul 06.00 – 12.00 WITA tercatat terjadi 7 kali gempa berkekuatan kecil dan 10 kali gempa hembusan. Kemudian juga terjadi dua kali gempa vulkanik dalam.

“Getaran masih terjadi dengan amplitudo 1-2 m dan dominan 1 mm. Namun, tidak ada peningkatan kegempaan yang tinggi dan terus menerus, ujarnya.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat tetap tenang. Secara keseluruhan, Bali tetap aman.

“Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Bali atau berwisata ke Bali, silakan. Anda tidak perlu khawatir dan takut. “Masih banyak tempat wisata di Bali yang masih aman untuk dikunjungi, seperti Tanah Lot, Sanur, Pantai Pandawa, Gunung Batur, Ubud, Pantai Kuta, Lovina, Dream Land dan Nusa Dua,” kata Sutopo.

Kawasan berbahaya itu, lanjutnya, hanya ada dalam radius 8 kilometer dan meluas hingga radius 10 kilometer. Letaknya di sektor utara-timur laut serta sektor tenggara-tenggara-barat daya.

Sutopo juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan rumor dan berita yang tidak terbukti, salah satunya Gunung Agung akan meletus besar dalam waktu dekat.

“Itu hoaks,” kata Sutopo.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memprediksi terjadinya letusan gunung berapi secara pasti. Kompleksitas gunung berapi membuat hingga saat ini ilmu vulkanologi belum bisa didekati dengan metode deterministik.

PVBMG akan terus melakukan observasi intensif baik secara visual, terhadap kegempaan, deformasi, geokimia maupun dari satelit. Pemerintah akan memberikan peringatan dini dan melakukan tindakan preventif jika terjadi peningkatan aktivitas.

Sementara jumlah pengungsi Gunung Agung kini mencapai 66.716 orang yang tersebar di 225 titik pengungsian. Secara umum penanganan pengungsi berjalan baik.

“BNPB mengoordinasikan potensi nasional untuk mendampingi pemerintah daerah dalam menghadapi erupsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dan pengaduan terkait letusan tersebut dapat menghubungi Call Center Pos Gunung Agung di no. 0361-234 099,” dia berkata. – Rappler.com

BACA JUGA:

situs judi bola