• April 29, 2026

Indonesia akan mengirim 850 pasukan penjaga perdamaian PBB ke Lebanon

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pemerintah berencana mengirim hingga 4.000 tentara untuk berkontribusi pada misi pemeliharaan perdamaian PBB pada tahun 2019

JAKARTA, Indonesia – Pemerintah Indonesia berencana kembali mengirimkan pasukan untuk mendukung misi penjaga perdamaian PBB pada Desember mendatang. Total pasukan yang dikirim mencapai 850 personel Yonmek TNI Konga XXII-K untuk mendukung misi penjaga perdamaian di Lebanon atau UNFIL.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pengiriman personel militer ini sejalan dengan agenda Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang aktif menjaga perdamaian di dunia internasional. Retno mengatakan Indonesia telah aktif mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke misi PBB sejak tahun 1957. Total, 35 ribu staf pasukan penjaga perdamaian yang dikirim ke Indonesia.

Sedangkan Indonesia kini sudah mengirimkan 2.867 orang pasukan penjaga perdamaian tersebar di 10 misi penjaga perdamaian. Hal ini merupakan bagian dari upaya mencapai visi mampu mengirimkan 4.000 orang pasukan penjaga perdamaian hingga tahun 2019,” kata Retno saat mengunjungi Pusat Misi Penjaga Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Jawa Barat, Senin, 10 Oktober.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda ini mengatakan, pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Lebanon bukan tanpa alasan.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya mendukung terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, khususnya Lebanon,” kata Retno seraya menyebutkan Indonesia merupakan negara penyumbang pasukan terbesar yakni 1.296 personel.

Ia mengharapkan kontribusi dan partisipasinya pasukan penjaga perdamaian Indonesia dapat memperkuat pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Pemerintah, kata Retno, ingin menegaskan pesan yang kuat bahwa Indonesia adalah mitra setia dalam menciptakan perdamaian.

Kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB resmi dimulai pada 24 September di New York, Amerika Serikat. Retno yang turut serta dalam peluncuran kampanye tersebut mengatakan, Indonesia memiliki syarat terpenting untuk bisa terpilih dalam pemilu anggota tidak tetap DC.

Kondisi tersebut antara lain Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Belum lagi, kata Retno, Indonesia mampu membuktikan bahwa Islam, demokrasi, modernitas, dan penguatan peran perempuan bisa terjalin secara harmonis.

Kirim staf wanita

Dari 850 personel yang dikirim ke Lebanon, 18 di antaranya adalah perempuan. Bahkan, Retno menyebut partisipasi perempuan dalam misi perdamaian akan terus meningkat.

“Ini karena partisipasi perempuan dalam hal ini pasukan penjaga perdamaian “PBB semakin dibutuhkan untuk membantu melaksanakan mandat perlindungan terhadap warga sipil, khususnya perempuan dan anak,” kata Retno.

Selain itu, mantan Duta Besar RI untuk Norwegia ini juga meminta agar seluruh personel penjaga perdamaian PBB asal Indonesia selalu menjaga keselamatan dan keamanan serta tidak melakukan tindakan kriminal selama bertugas.

“Karena sesuai dengan kebijakan PBB dan harus dipatuhi oleh pasukan penjaga perdamaian ketika bertugas di wilayah misi,” ujarnya. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

Togel HK