• May 4, 2026

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan teror truk di Nice, Prancis

JAKARTA, Indonesia – (DIPERBARUI) Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan di Nice, Prancis, Kamis lalu. Mereka menyebutkan Mohamed Lahouaiej Bouhlel, pengemudi truk putih mematikan itu, adalah ‘pejuang’ mereka.

Namun, para pejabat dan intelijen Prancis tidak menemukan hubungan antara Bouhlel dan kelompok ekstremis mana pun. Pelaku yang tewas setelah ditembak aparat juga tidak meninggalkan pernyataan publik atau pernyataan setia kepada ISIS atau kelompok lain.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve, sangat berhati-hati dalam menyebut nama Bouhlel. “Ada individu yang dikaitkan dengan aktivitas Muslim radikal oleh badan intelijen,” katanya.

Saat ini, pihak berwenang masih mendalami latar belakang pria berusia 31 tahun tersebut untuk mendapatkan motif yang lebih jelas. Mereka ingin mengetahui apakah Bouhlel mengalami gangguan psikologis, atau memang memiliki hubungan dengan kelompok teroris tertentu.

Dia memang punya catatan kriminal, tapi tidak untuk aktivitas yang melibatkan ekstremis agama. Kejahatannya termasuk memukuli istrinya, menyerang pengendara sepeda motor dan pencurian kecil-kecilan. “Tidak ada unsur jihad dalam hal ini,” kata Cazeneuve.

Tetangga di apartemennya, juga di Nice, mengatakan Bouhlel tidak pernah terlihat pergi ke masjid setempat atau terlibat dalam kegiatan keagamaan. Namun, ia dikenal sangat temperamental. Apalagi setelah ia menceraikan mantan istrinya.

Sementara itu, kakak laki-laki Bouhlel, Jabeur mengaku tak percaya adiknya menjadi pelaku kejahatan di Nice.

“Mengapa dia melakukan itu? “Kami mencoba menghubunginya pada Kamis malam, tapi dia tidak menjawab,” kata Jabeur menjawab pertanyaan dari kantor berita Reuters.

Truk membunuh puluhan orang

Sebuah truk menabrak kerumunan warga di kota resor Nice, Prancis, pada Kamis malam, 14 Juli. Pelaku kemudian menembaki massa dengan senjata kaliber 7,65 mm.

Korban meninggal yang semula 77 orang kini bertambah menjadi 84 orang. Sementara itu, ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Menurut pejabat setempat, Sebastien Humbert, pengemudi truk tersebut ditembak mati setelah berkendara di jalan yang ditumbuhi pohon palem di Promenade des Anglais, Nice. Humbert menyebutnya sebagai serangan kriminal besar.

“Kami melihat orang-orang tertabrak dan puing-puing beterbangan,” kata seorang reporter AFP yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Pejabat keamanan mengatakan di dalam truk itu terdapat granat dan senapan laras panjang. Setelah diselidiki lebih lanjut, senjata itu palsu, sedangkan granatnya tidak berfungsi.

Menurut laporan wartawan, sebuah truk berwarna putih tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi di jalan resor. Ratusan pejalan kaki yang berada di sana ketakutan dan berhamburan meninggalkan kawasan tersebut.

“Kacau banget,” ucapnya lagi.

Sementara itu, saksi lainnya mengatakan kepada media setempat, jenazah warga yang tergeletak di jalan langsung ditutupi.

Berdasarkan data yang disimpan jaksa penuntut umum Prancis, sebanyak 70 orang tewas setelah truk melaju sejauh 2 kilometer menabrak kerumunan warga yang sedang menikmati hari libur nasional Prancis.

Namun sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Harian Inggris The Telegraph melaporkan bahwa meskipun demikian, kelompok pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merayakan serangan tersebut di dunia maya.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Prancis mengumumkan bahwa keadaan darurat di sana akan berakhir pada 26 Juli, karena undang-undang yang menekankan keamanan di sana telah disahkan sejak Mei. Keadaan darurat diberlakukan setelah serangan pada November 2015 terjadi di beberapa tempat di Prancis.

Jangan tinggalkan rumah

Peristiwa itu terjadi sehari setelah Prancis merayakan hari nasional mereka yang disebut Hari Bastille. Setiap tahun, hari nasional dirayakan dengan upacara militer dan jet tempur Prancis terbang di atas kawasan Champs-Elysees.

Pemerintah telah menetapkan Hari Nasional sebagai hari libur, sehingga banyak masyarakat Prancis yang memilih menghabiskan waktunya di depan Menara Eiffel. Biasanya ada perayaan kembang api di sana.

Namun perayaan tersebut dibayangi oleh insiden teroris di kota Nice. Otoritas setempat meminta warga di kawasan Alpes-Maritimes untuk tetap tinggal di dalam rumah.

“Sopir truk tampaknya telah membunuh puluhan orang. Tetap di dalam rumah untuk saat ini. Informasi lebih lanjut akan diberikan, kata Wali Kota Nice, Christian Estrosi.

Presiden Prancis Francois Hollande segera berangkat ke kota Avignon untuk mengadakan pertemuan darurat. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve langsung menuju Nice untuk menyelidiki lokasi serangan teroris.

Tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri melalui akun Twitternya mengatakan tidak ada laporan WNI menjadi korban. Informasi tersebut diperoleh perwakilan Indonesia di kota Marseille setelah berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Pejabat di wilayah protokol dan konsuler KJRI Marseille, Robert Sitorus, yang dihubungi Rappler, mengatakan situasi terkendali.

“Sampai saat ini kami belum mendapat informasi mengenai pemberlakuan keadaan darurat dari pemerintah setempat pasca kejadian tersebut,” kata Robert melalui pesan singkat, Jumat pagi, 15 Juli. – dengan laporan AFP, Santi Dewi/Rappler.com

BACA JUGA:

pengeluaran hk hari ini