• April 21, 2026
Komitmen Duterte dalam memberantas narkoba sangat tinggi

Komitmen Duterte dalam memberantas narkoba sangat tinggi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Presiden Jokowi mengatakan Duterte menghormati proses hukum di Indonesia. Namun kelanjutan kasus Mary Jane bergantung pada proses peradilan di Filipina

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo kembali menjelaskan isi pembicaraan bilateralnya dengan Presiden Rodrigo “Digong” Duterte pekan lalu di Istana Merdeka. Salah satu persoalan yang dibicarakan, menurut Jokowi, adalah kelanjutan kasus hukum terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Veloso.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan Duterte menghormati hukum yang ada di Indonesia.

“Apa yang saya katakan kemarin sudah jelas. Namun kami juga melihat kami sangat menghormati proses hukum di Filipina karena masih ada proses (yang sedang berjalan) di sana, kata Jokowi saat ditemui di pelabuhan Tanjung Priok, Selasa pagi, 13 September.

Jokowi mengatakan Duterte akan membiarkan kasus Mary Jane diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tersebut.

“Jadi, saya melihat komitmen Duterte dalam pemberantasan narkoba sangat tinggi. “Tidak ada toleransi,” kata Jokowi lagi.

Pernyataan Duterte mengejutkan sejumlah pihak karena tidak berupaya maksimal menyelamatkan warganya dari eksekusi.

Wanita berusia 31 tahun itu hampir dieksekusi oleh regu tembak pada 29 April 2015. Namun, ia berhasil diselamatkan tepat pada waktunya karena pihak berwenang di Filipina berhasil menangkap Maria Kristina Sergio yang dituduh menjebak Mary Jane.

Maria memberikan tasnya kepada Mary Jane dan memintanya untuk terbang ke Yogyakarta. Ternyata koper tersebut berisi heroin seberat 2,6 kilogram. Kini pemerintah Indonesia masih menunggu hasil persidangan Maria di Filipina.

Tidak memberi lampu hijau

Juru Bicara Kepresidenan Ernesto Abella pada Senin, 12 September menjelaskan apa sebenarnya yang Duterte sampaikan kepada Jokowi soal kasus Mary Jane Veloso. Dalam pembicaraan bilateralnya, Abella mengatakan Duterte tidak memberikan lampu hijau bagi Indonesia untuk segera mengeksekusi Mary Jane.

“Pernyataan dan percakapannya yang sebenarnya adalah sebagai berikut: ‘dia berkata, sehubungan dengan Mary Jane Veloso, dia berkata’ dia akan mengikuti hukum negara Anda dan saya tidak akan ikut campur’. Selesai,” kata Abella menjelaskan pernyataan Duterte.

Abella kembali menegaskan Duterte tidak mendukung Indonesia mengeksekusi Mary Jane.

“Sama sekali tidak ada, pernyataan yang kategoris, tidak ada dukungan apapun. “Dia hanya mengatakan kami akan mengikuti hukum yang berlaku di negara Anda,” ujarnya lagi.

Menurut Abella, Duterte yakin pernyataannya tidak akan disalahartikan oleh Jokowi.

“Dia hanya menjelaskan apa yang dia katakan,” katanya. – Rappler.com

BACA JUGA:

Togel Sidney