• April 17, 2026

Kurniawan Dwi Julianto lolos seleksi pertama calon Ketua Umum PSSI

Kurniawan merupakan mantan pesepakbola era 90an. Ia tidak takut bersaing dengan calon dari TNI.

JAKARTA, Indonesia – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja lepas dari sanksi organisasi FIFA. Ketua Umum baru saja mundur karena tersangkut kasus hukum.

Di tengah badai organisasi tersebut, ternyata PSSI cukup seksi hingga membuat beberapa orang berminat memimpin induk sepak bola tanah air.

Pertemuan di rumah Agum Gumelar yang digelar pada Sabtu, 10 September sore itu menandai banyaknya calon bakal calon yang lolos verifikasi dokumen resmi yang diwajibkan Panitia Pemilihan (EC) untuk mengikuti pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Kongres PSSI. pada 17 Oktober mendatang.

Dari data awal, ada 11 nama calon ketua umum (caketum). Setelah melalui proses seleksi syarat menjadi kue PSSI, ternyata hanya delapan kandidat yang lolos. Dua nama yang sangat terkenal namun tak lolos sebagai calon Ketua Umum PSSI adalah Imam Nahrawi dan Joko Driyono.

Agum Gumelar, Ketua Panitia Pemilihan (KP), menjelaskan, sebenarnya banyak orang yang ingin mencalonkan diri menjadi Ketum, namun tidak memenuhi syarat untuk menjadi ketua umum sendiri. Nama lain yang dicoret dari daftar calon Ketum karena tak memenuhi syarat adalah Sarman dan Subardi.

“Yang tidak lolos karena saat verifikasi ada berkas yang tidak memenuhi syarat. Bentuk yang paling umum adalah B1. Artinya dia tidak siap dicalonkan seperti Imam Nahrawi dan Joko Driyono, kata Agum.

Yang diumumkan KP per hari ini, tapi sepertinya ada nama yang tak lolos, bukan berarti sudah selesai. Namun, ada mekanisme banding yang nantinya akan berjalan untuk mempertanyakan dan menantang mengapa nama mereka tidak diterima sebagai calon anggota Ketum, Wakil Wakil, atau Exco.

Menurut Agum, mekanisme tersebut diatur dalam undang-undang. Alhasil, ada Panitia Banding Pemilu (ECC) yang fungsinya menggugat hasil keputusan KP yang diumumkan Sabtu ini.

“Bagi yang tidak terpilih atau lolos, tetap diberikan kesempatan untuk mengajukan banding melalui panitia banding,” kata mantan Panglima ABRI itu.

Nantinya, KBP akan bekerja pada 17 dan 18 September dan menerima pengaduan atau tuntutan dari para calon baik Ketum, Wakil Wakil, atau anggota Exco PSSI yang namanya sudah terdaftar, namun KP belum memutuskan untuk meloloskan pada hari Sabtu.

“Iya bisa dikatakan calon tetap, tapi sementara karena masih bisa dibandingkan. “Baru setelah KBP bekerja barulah mereka mengumumkan 19 calon tetap yang benar-benar tetap,” jelasnya.

Kurniawan menurutinya di menit-menit terakhir

Saat hari terakhir pendaftaran calon Ketua Umum, Wakil Ketua, dan Ekso PSSI digelar pada 6 September, Kurniawan Dwi Yulianto menjadi salah satu calon yang syaratnya tinggal mendekati akhir. Mantan penyerang timnas dan sejumlah klub besar Tanah Air itu rupanya tak menyerahkan surat keterangan tidak pernah menjadi tahanan dari pengadilan negeri.

Dengan kerja keras, akhirnya surat itu keluar malam itu juga dan bisa diberikan kepada KP sesaat sebelum pendaftaran ditutup. Upaya tersebut terbukti tidak sia-sia, setelah berkas dan syarat diverifikasi, Kurniawan dinyatakan berhasil. Ia akan bersaing dengan tujuh kandidat lain yang sudah terverifikasi dan lolos.

Saat dikonfirmasi, Kurniawan mengaku sangat senang dan tujuannya adalah untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini dan meningkatkan mentalitasnya. pihak yang berkepentingan masih terjaga, setidaknya sampai hari ini.

“Mudah untuk segera ditetapkan sebagai calon sah. Nanti kita akan bergerak lebih masif demi sepak bola Indonesia yang lebih jujur, ujarnya.

Ia menegaskan tak takut bersaing dengan siapa pun, termasuk para jenderal yang saat ini berada di jajaran PSSI. Mereka adalah Letjen. Edy Rahmayadi, Jenderal (Purn) Moeldoko, dan Brigjen (Purn) Berhard Limbong.

“Saya tidak takut bersaing dengan siapa pun. Yang pasti karena saya mantan pesepakbola dan pesepakbola, saya punya program sendiri untuk meningkatkan prestasi Indonesia sepuluh tahun ke depan, ujarnya.

Kesempatan lain? dia tidak ingin pusing. Bagi Kurniawan, yang terpenting saat ini adalah memberikan waktu dan konsentrasinya untuk sepakbola Indonesia dan mengembangkan sepakbola Indonesia untuk masa depan. -Rappler.com

Toto HK