China optimistis proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan selesai tepat waktu
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Proyek kereta cepat saat ini menghadapi dua kendala, yaitu visa tenaga ahli dan pembebasan lahan
BEIJING, China – Indonesia menargetkan penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Namun, kini proyek tersebut menghadapi kendala terkait visa ahli dan pekerja serta pembebasan lahan.
“Yang paling sulit (untuk diatasi) adalah terkait pembebasan lahan. Padahal saat ini 60 persen pembebasan lahan sudah selesai, kata Deputy Chief Engineer China Railway Company Zhao Guotang saat ditemui sejumlah jurnalis Indonesia, termasuk Rappler, pada Minggu, 11 September.
China Railway merupakan perusahaan milik nasional yang menjadi mitra BUMN Indonesia dalam pembangunan HSR Jakarta-Bandung. Kabar baiknya, kata Zhao, semua izin yang diperlukan telah selesai. Termasuk izin jalur sepanjang 136 kilometer yang sempat tertunda. Zhao Guotang, seorang ahli HSR asal Tiongkok ditugaskan untuk mengawasi langsung proyek bergengsi ini sebagai Chief Engineer.
(BACA: China berencana membangun ‘kereta berkecepatan tinggi’ sepanjang 20.000 km)
Sementara itu, terkait visa bagi tenaga ahli dan pekerja China Railway, Zhao juga mengaku kesulitan mendapatkan akses ke lokasi proyek.
Bahkan, saya ditugaskan untuk meninjau pelaksanaan proyek tersebut, katanya setelah dua kali berkunjung ke Jakarta.
Jadi dia dan timnya datang ke Indonesia dengan visa turis. Ia mengatakan pengurusan visa khusus dan visa kerja di Indonesia sangat sulit.
Selain itu, sikap antara satu instansi dengan instansi lainnya masih belum bulat terhadap proyek ini,” ujarnya lagi.
Saat ini, pengerjaan jalur kereta api untuk stasiun di kawasan Halim Perdanakusuma dan sejumlah jembatan sudah dimulai. Dari 142 kilometer jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, 76 kilometer merupakan jembatan.
“Dari segi teknis, topografi daratan, tidak ada masalah berarti,” kata Zhao.
Jalur ini dinilai paling dekat dengan Jakarta-Bandung. Presiden Joko “Jokowi” Widodo jatuh cinta dengan teknologi kereta berkecepatan tinggi Tiongkok saat menjajal jalur tersebut saat kunjungan pertamanya ke Negeri Tirai Bambu pada November 2014.
Meski ada dua kendala besar, Zhao mengaku tetap optimistis proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa selesai sesuai jadwal.
“Sejauh ini kami masih berusaha mencari solusi untuk setiap permasalahan. Saya masih berpegang pada rencana operasional 2019. Sesuai jadwal,” dia berkata.
Salah satu bentuk solusinya adalah bekerja sama dengan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memanfaatkan material pembuatan rel dan gerbong yang tersedia di Indonesia.
“Beberapa bahan ada di negara Anda dan kami menggunakannya,” katanya.
Sementara untuk mempermudah pengurusan visa, China Railway akan mendirikan kantor perwakilan di Indonesia. Pengurusan visa kerja bagi orang asing melibatkan beberapa instansi antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, dan Kantor Imigrasi.
Jalur Beijing-Tianjing merupakan proyek kereta api berkecepatan tinggi pertama yang dioperasikan Negeri Tirai Bambu pada tahun 2008. Menurut Zhao, pembukaan jalur kereta berkecepatan tinggi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
“Berdasarkan pengalaman kami di Tiongkok, untuk setiap investasi sebesar 100 juta Yuan, dapat menyediakan 1.000 lapangan kerja bagi pekerja konstruksi saja,” katanya.
Sedangkan investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saja menelan biaya US$5,2 miliar. (BACA: Penjelasan China Soal Harga Kereta Cepat di Indonesia Lebih Mahal)
Namun, proyek tersebut menimbulkan kontroversi di negara tersebut. Awalnya, Menteri Perhubungan saat itu, Ignasius Jonan, enggan mengeluarkan izin pembangunan proyek tersebut.
Mendapat kritik dari para aktivis lingkungan bahwa proyek tersebut dapat melindungi lingkungan.
Sementara itu, Presiden China Xi Jinping meminta Presiden Jokowi segera merealisasikan proyek kereta berkecepatan tinggi. – Rappler.com
Baca laporan Rappler tentang pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung: