• April 17, 2026
Maskapai penerbangan melarang penumpang mengisi ulang baterai Samsung Galaxy Note 7 di pesawat

Maskapai penerbangan melarang penumpang mengisi ulang baterai Samsung Galaxy Note 7 di pesawat

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pasalnya, banyak perangkat terbaru produksi perusahaan asal Korea Selatan tersebut meledak dan terbakar saat sedang mengisi daya baterainya.

JAKARTA, Indonesia – Beberapa maskapai penerbangan di dunia mengeluarkan pernyataan yang mengimbau penumpang untuk tidak mengisi ulang perangkat Samsung Galaxy Note 7 di pesawat. Ini melacak jumlah perangkat yang terbakar selama proses reboot.

Pertama, adalah Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).. Dalam keterangan resminya, mereka meminta penumpang untuk tidak menyalakan perangkat tersebut selama penerbangan. Selain itu, perangkat ini juga disarankan untuk tidak ditempatkan di bagasi terdaftar.

Langkah FAA ini kemudian diikuti oleh maskapai Australia yaitu Qantas, Jetstar Airways, dan Virgin Australia. Sementara dua maskapai penerbangan InggrisBritish Airlines dan Easyjet sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan pernyataan serupa.

Untuk Asia, maskapai yang mengambil langkah tersebut adalah Singapore Airlines, Garuda Indonesia, dan Air Asia Indonesia. Melalui akun Twitter-nya, Air Asia mengonfirmasi bahwa pengisian baterai Samsung Galaxy Note S7 ‘dilarang di semua penerbangan mereka’.

Pasalnya, banyak perangkat terbaru produksi perusahaan asal Korea Selatan tersebut meledak dan terbakar saat sedang mengisi daya baterainya. Dikutip dari Pers TerkaitHal ini disebabkan penggunaan baterai lithium yang lebih mudah panas.

Begitu bahan ini terkena suhu tinggi, penyebaran dan percepatan kenaikan suhu akan terjadi dengan cepat. Air dapat memadamkan api, namun tidak serta merta menghentikan kenaikan suhu. Ada kasus di mana api muncul kembali setelah pemadaman pertama.

Akibat kejadian ini, Samsung memutuskan untuk melakukannya mengingat kembali produk tersebut dari 10 negara. Mereka akan mengganti barang yang ‘cacat’ tersebut dengan produk serupa namun dengan bahan baterai berbeda. – Rappler.com

BACA JUGA:

Samsung resmi meluncurkan Galaxy S7

Data HK Hari Ini