• May 2, 2026
Militer Turki sedang melakukan kudeta terhadap pemerintah

Militer Turki sedang melakukan kudeta terhadap pemerintah

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan selamat dan meminta rakyat Turki turun ke jalan menolak kudeta militer

JAKARTA, Indonesia – Militer Turki melancarkan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat malam, 15 Juli. Kudeta tersebut ditandai dengan jet tempur yang terbang rendah di atas ibu kota Ankara dan pernyataan yang disiarkan di radio pemerintah, TRT.

Sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Dewan Perdamaian Internal” mengatakan militer telah mengumumkan darurat militer dan jam malam.

“Kekuasaan di negara ini telah diambil alih oleh entitasnya,” demikian bunyi pernyataan militer yang dikutip oleh banyak media di Turki.

Mereka berpendapat kudeta dilakukan untuk menjamin dan memulihkan ketertiban konstitusi, demokrasi, hak asasi manusia, kebebasan dan supremasi hukum di Turki. Kelompok tersebut mengatakan mereka juga akan memulihkan ketertiban di Turki yang bermasalah.

“Semua perjanjian dan komitmen internasional yang dibuat (dengan negara lain) akan tetap sama dan sah,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Selain membacakan pernyataan tersebut, kelompok tersebut juga menyandera pejabat tinggi militer Jenderal Hulusi Akar di markas militer di Ankara.

Jadi di mana Presiden Erdogan? Menurut sumber dari istana kepresidenan, Erdogan aman. Bahkan, dia mendorong masyarakat untuk turun ke jalan dan menolak kudeta.

“Saya sangat yakin upaya kudeta ini tidak akan berhasil,” katanya melalui aplikasi FaceTime menanggapi pertanyaan media.

Selain turun ke jalan, Erdogan juga meminta masyarakat Turki berkumpul di tempat umum dan bandara. Sebab, menurutnya tidak ada kekuasaan yang lebih tinggi dari kekuasaan rakyat.

Ketika kudeta terjadi Jumat pagi, Erdogan dilaporkan sedang berada di resor Mediterania Marmaris. Dia berjanji bahwa para pelaku kudeta akan menanggung akibat yang sangat besar atas tindakan mereka.

Sementara itu, beberapa gambar yang ditayangkan di televisi menunjukkan beberapa tank dikerahkan di luar Bandara Ataturk, Istanbul. Semua penerbangan dari bandara telah dibatalkan. Sementara penerbangan yang ingin mendarat di sana dialihkan ke bandara lain.

kota Hantu

Sementara itu, kota Istanbul, menurut laporan koresponden AFP, berubah menjadi kota hantu setelah pengumuman kudeta militer. Warga Turki yang biasanya keluar rumah pada Jumat malam, memilih langsung bergegas ke rumah demi keselamatannya.

Namun, ada pula yang justru senang mendengar kabar kudeta tersebut.

“Sekarang situasinya akan berubah. Turki sedang berperang,” kata Fethi Karabas, pemandu wisata berusia 27 tahun.

Ia mengatakan warga Turki kini punya harapan baru. Sebab, negara ini sudah terpecah belah selama 15 tahun terakhir.

“Ini adalah wujud kemarahan kami semua,” katanya.

Beruntung juga warga Turki suku Kurdi yang sedang berlibur di Istanbul, Rojhat Dogru.

“Saya sangat senang. Erdogan adalah seorang pembunuh, tapi sekarang dia sudah meninggal,” ujarnya.

WNI diminta waspada

Menyikapi situasi di Turki, KBRI Ankara telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang tinggal di sana. Pemerintah mengimbau warga Indonesia untuk tetap berada di dalam rumah.

“Selain itu, sebisa mungkin hindari tempat atau pusat keramaian. “Selalu membawa tanda pengenal diri seperti paspor atau ikamet saat bepergian,” kata KBRI Ankara melalui keterangan tertulisnya.

Jika terjadi sesuatu, KBRI telah menyiapkan empat nomor yang bisa dihubungi keluarga di Indonesia, yaitu:

KBRI Ankara: +905 321 352298, +905 3381 20760
KJRI Istanbul: +905 314 530 351, +905 319 831 534

– dengan pelaporan AFP/Rappler.com

BACA JUGA:

Toto HK