Penduduk desa Agusan del Sur memantau proyek jalan dari pertanian ke pasar
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Di barangay San Isidro, Talacogon dan Songkoy di kota Esperanza, para pemimpin dan warga secara aktif memantau kemajuan proyek di kota mereka dan memastikan proyek tersebut memenuhi standar.
AGUSAN DEL SUR, Filipina – Apakah Anda berpartisipasi dalam pemantauan proyek infrastruktur di wilayah Anda?
Di barangay San Isidro, Talacogon dan Songkoy di kota Esperanza, para pemimpin dan warga secara aktif memantau kemajuan proyek di kota mereka dan memastikan proyek tersebut memenuhi standar.
“Pejabat Barangay harus aktif dalam pelaksanaan proyek untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata kepala kota San Isidro Ferdinand Lazaga di Bisaya.
Salah satu contoh partisipasi aktif warga desa adalah ketika Lazaga merekomendasikan penempatan gorong-gorong yang tepat untuk mencegah keluarnya air secara berlebihan.
Meskipun ada rencana proyek yang rinci, Lazaga mengatakan bahwa pejabat barangay dan warga memastikan untuk memantau pelaksanaan proyek.
Penduduk desa San Isidro saat ini sedang memantau pembangunan jalan pertanian-ke-pasar Taganahao-San Isidro sepanjang 1,4 kilometer, yang didanai oleh Departemen Pertanian melalui Proyek Pembangunan Pedesaan Filipina (PRDP). FMR menelan biaya P14 juta.
PRDP melalui Investasi Pembangunan Pembangunan Infrastruktur dan Logistik (I-BUILD) bertujuan untuk membangun infrastruktur yang andal untuk menghubungkan kawasan produksi pertanian dengan pasar.
Peran aktif
Selain Barangay San Isidro, penduduk desa di sekitar barangay juga memantau status proyek yang sedang dibangun di wilayah mereka. Angelica Aguilar, seorang pemimpin desa di kota tetangga Talacogon, mengatakan mereka juga memantau proyek jalan raya.
“Sebagai tokoh masyarakat, kita harus berperan aktif dalam memantau proyek-proyek pemerintah secara berkala dan melaporkan setiap masalah atau anomali yang kita temui,” ujarnya.
Mereka kini tengah mengincar pembangunan FMR Batucan-Malihhao-Del Monte yang membentang sekitar 2,4 kilometer.
Selain memantau kemajuan proyek, Aguilar mengatakan warga desanya juga memastikan bahan-bahan yang digunakan memenuhi standar.
Kontraktor proyek mengakui partisipasi aktif warga dalam pelaksanaannya, kata Miguelito Baron, kepala desa Barangay Songkoy di Kitcharao, Agusan del Norte, tempat FMR Danau Mainit Gamoton sepanjang satu kilometer sedang dibangun.
“Kami menjalin hubungan baik dengan kontraktor karena mereka menginformasikan kepada kami jika akan melakukan penuangan semen dan kegiatan konstruksi lainnya. Kami melihat mereka transparan,” tambahnya.
Baron mengatakan bahwa LGU mereka memberdayakan mereka tidak hanya sebagai mitra selama inspeksi jalan tetapi juga untuk memastikan bahwa proyek tersebut berkelanjutan.
Manfaat untuk pertanian
Bagi penduduk desa, pembangunan jalan sangat membantu pertanian.
“Jalan ini benar-benar diperuntukkan bagi para petani yang sudah lama melalui jalan berlumpur dan kasar yang sangat mempengaruhi kualitas hasil panen mereka,” kata Baron. “Biaya transportasi produk beras kini berkurang dari P30 menjadi hanya P10.”
Lazaga juga menyatakan hal yang sama. “FMR bermanfaat bagi para petani padi yang biasanya menempuh rute tujuh kilometer untuk mencapai barangay kami. Jika jalan tersebut selesai dibangun, maka akan mengurangi biaya pengangkutan dan pengangkutan serta waktu tempuh secara signifikan,” ujarnya.
Bagi Aguilar, FMR sangat melegakan para petani di daerah mereka yang harus menunggu dua jam untuk mengumpulkan hasil panen karena kondisi jalan yang buruk.
“Dengan adanya jalan baru ini, kami dapat dengan mudah mengangkut produk ke pasar. Kendaraan sekarang bahkan bisa datang dari pintu ke pintu untuk mengambil produk kami,” ujarnya.
Para pemimpin Barangay telah mengeluarkan peraturan untuk memastikan bahwa jalan beton akan dipertahankan. Diantaranya adalah tidak memperbolehkan truk-truk besar lewat saat hujan.
FMRS di tiga kota Agusan adalah bagian dari proyek I-BUILD senilai P966,38 juta yang disetujui untuk wilayah CARAGA, dimana 7 di antaranya sedang dilaksanakan sementara 12 sedang menjalani pengadaan. – Rappler.com