• May 1, 2026

Pengalaman mahasiswa asal Papua magang di perusahaan IT India

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Casparina Theresia Renwarin mengikuti Campus Exchange Program ke Eropa dan Global Talent Program ke India organisasi AIESEC india

JAKARTA, Indonesia – Casparina Theresia Renwarin awalnya merasa malu untuk bertemu orang baru. Namun, Ririn, sapaan akrabnya, berhasil mengatasi keraguan dirinya setelah melakukan perjalanan ke beberapa negara dalam kurun waktu setahun.

Gadis kelahiran Papua ini memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di President University, Cikarang, Jawa Barat, jurusan Perbankan dan Keuangan. Di kampus Kawasan Industri Jababeka Cikarang, ia berkesempatan jalan-jalan ke luar negeri.

Pada bulan Agustus 2013, Ririn mengikuti acara Pertukaran Kampus ke Eropa selama dua minggu. Di Belanda, gadis berusia 22 tahun ini memperdalam kemampuan bahasa Inggrisnya, yang kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Jerman dan Belgia.

Setahun kemudian, dari Eropa Barat, Ririn terbang ke Eropa Timur, khususnya Rusia, untuk mengikuti Global Volunteer Program AIESEC Indonesia—yang berlangsung di 126 negara dan berfokus pada pengembangan kepemimpinan pemuda dan pengelolaan proyek sosial di luar negeri.

“Pada bulan Juli hingga September 2014, saya berada di kota Saint Petersburg mengajar bahasa Inggris dan matematika kepada anak-anak berusia 7 hingga 18 tahun,” kata lulusan SMA YPPK Taruna Bakti Jayapura ini.

Dari Eropa Timur, Ririn terbang ke Asia Barat pada Maret 2015, tepatnya New Delhi, India. Kali ini ia mengikuti Global Talent Program AIESEC Indonesia. Selama enam bulan, Ririn bekerja di perusahaan IT bernama Denave Pvt Ltd.

“India adalah negara terbesar di dunia IT setelah Amerika Serikat. Jadi saya ingin menimba pengalaman disini karena kedepannya saya berencana membuka perusahaan serupa rintisan siapa yang pindah perdagangan elektronik,” kata Ririn.

“Di India saya punya sedikit masalah dengan makanan dan budaya, tapi sekarang saya sudah terbiasa dengan berbagai makanan dan budaya,” ujarnya.

Ia mengaku mengetahui program AIESEC dari pameran organisasi tersebut di kampusnya. Pemuda ini mengaku tertarik melihat dunia luar demi mendapatkan jaringan yang luas sehingga memudahkannya mengembangkan usahanya di masa depan.

Ririn yang memiliki motto “Kerja keras akan selalu memberikan hasil yang memuaskan” tetap ingin terus memperdalam ilmunya di bidang IT untuk menunjang bisnis. perdagangan elektronikdi masa depan.

“Pertumbuhan bisnis TI di India sungguh luar biasa,” kata putri seorang pengacara yang berencana mengambil gelar master di Australia.

Meski masih muda dan berasal dari Indonesia bagian timur yang masih banyak tertinggal, Ririn tak minder, bahkan ia memberi semangat untuk melangkah lebih jauh. Semoga kisah Ririn bisa menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus mengejar mimpinya.

AIESEC adalah organisasi internasional untuk pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. Organisasi Ia juga berfokus untuk melibatkan anggotanya secara aktif dalam pengelolaannya proyek sosial.

Tertarik untuk bergabung? Kunjungi situs webnya aiesec.or.id —Rappler.com

Pengeluaran Sidney