• April 18, 2026

Performa Terus Menurun, Bobotoh Gerebek Kantor Persib Bandung

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Anda tidak peduli dengan Persib. Kamu keberatan dengan urusan bisnis.”

BANDUNG, Indonesia — Kecewa dengan prestasi Persib Bandung, ribuan masyarakat mendatangi Graha Persib yang merupakan kantor PT Persib Bandung bermartabat di Jalan Sulandjana, Kota Bandung, Selasa 17 Oktober 2017.

Aksi diawali dengan long march dari GOR Saparua hingga Graha Persib yang jaraknya sekitar 3 kilometer. Sesampainya di kantor Persib, meski hujan deras, massa tetap meneriakkan tuntutannya.

“Kami datang ke sini untuk mengkritik manajemen. Betapa memalukannya Persib tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar. “Kalau kita lihat sekarang, media asing juga meliput Persib, tapi mereka meliputnya dengan rasa malu,” jelas perwakilan Bobotoh, Albert, saat ditemui di lokasi aksi.

Massa yang tergabung dalam komunitas kepedulian Persib Bandung itu membawa sejumlah poster yang berisi kritik terhadap kepengurusan Persib Bandung, antara lain “Harga Tiket Sulit Turun, Klasemen Sulit Naik” dan “Perbaikan atau Gradasi”.

Ada pula spanduk bertuliskan makian kepada manajemen yang dinilai hanya mengutamakan bisnis dibandingkan kinerja. “Anda tidak peduli dengan Persib. Anda keberatan dengan bisnis.” Dengan jumlah suporter terbanyak di Indonesia, Persib Bandung memang menjadi sasaran promosi. Pada liga musim ini, tak kurang 14 perusahaan menjadi sponsor tim berjuluk Maung Bandung itu.

Namun penampilan Persib hingga akhir musim nampaknya kurang memuaskan. Dari 28 laga yang dilakoni, Persib Bandung hanya mampu memenangi 8 laga dan tertahan di posisi ke-11. Terakhir, Persib harus mengalami kekalahan saat bertandang ke markas PSM Makasar, 1-2. Bahkan, tim Pangeran Biru terbilang pemain bintang, bahkan sekelas Michael Essien.

“Walaupun sepak bola itu bisnis, tapi performa rangkingnya tetap harus benar, perlu ada perbandingan. “Kalau manajemennya bilang bisnis, bisnis oke, tapi harus sejalan dengan prestasinya,” kata Albert.

Terkait kinerja Persib yang kurang sesuai ekspektasi, Bobotoh menyampaikan empat poin tuntutan kepada manajemen, yakni:

  1. Seluruh pihak di dalam tim, baik manajemen, staf kepelatihan, hingga pemain harus memberikan pertanggungjawaban nyata atas kondisi Persib saat ini yang terpuruk di papan tengah klasemen.
  2. Manajemen Persib telah mengklarifikasi situasi terkait pelatih kepala yang ditangani Persib, diharapkan pelatih tersebut merupakan sosok yang tepat untuk meningkatkan prestasi tim.
  3. Manajemen staf pelatih dan pemain menyadari peran dan fungsi suporter sebagai satu kesatuan pihak yang berkepentingan klub.
  4. Semua pihak baik manajemen, staf kepelatihan, hingga pemain mempunyai rasa malu dan menjaga nama baik serta nama baik tim di kancah sepak bola nasional maupun di media massa.

Aksi BOBOTOH diterima oleh Komisaris Persib Bandung, Kuswara S. Taryono. Kuswara meminta maaf kepada penonton atas penampilan Persib Bandung yang kurang maksimal.

“Kami mohon maaf jika Persib saat ini belum sesuai ekspektasi,” kata Kuswara yang disambut sorak kecewa Bobotoh.

Dalam kesempatan itu, Kuswara juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bobotoh serta memohon doa agar para pemain Persib bisa bermain maksimal di sisa pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 musim 2017.

Menanggapi aksi demonstrasi Bobotoh, Kuswara mengatakan bahwa hal tersebut merupakan wujud rasa cinta dan dukungan terhadap tim kebanggaannya.

“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran para Bobotoh di Sulanjana, ini merupakan bentuk rasa sayang dan cinta terhadap tim kesayangannya, Maung Bandung,” ujarnya.

Kuswara berjanji akan menyampaikan aspirasi Bobotoh kepada manajemen, baik manajemen perusahaan maupun tim, termasuk suporter Persib.

Tapi yang jelas kami berusaha dan tidak istirahat, dan kami tetap ingin tim Persib bermain maksimal di sisa pertandingan, kata Kuswara. —Rappler.com

situs judi bola