• April 23, 2026
Pesawat tergelincir di Papua karena rem blong

Pesawat tergelincir di Papua karena rem blong

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam jatuhnya pesawat Asian One

JAYAPURA, Indonesia – Pesawat Asian One Grand Caravan PK-LTV tergelincir saat mendarat di Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak Jaya, Papua pada Kamis, 13 Oktober. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.25 WIB tersebut diduga akibat rem blong sehingga menyebabkan pesawat terjatuh dan mendarat di ujung landasan.

Kombe Patrige Renwarin, Juru Bicara Polda Papua, membenarkan kejadian tersebut.

“Pesawat Asian One yang diterbangkan Capt. Jaron Burhani dan co-pilot AKP Stefanus dipiloti, jatuh di Bandara Ilaga,” kata Patriage.

Ia mengatakan, pesawat dari Timika membawa bahan pokok dan mendarat dengan selamat di bandara Illaga.

Namun saat roda pesawat menyentuh runway atau menyentuh runway 25, kondisinya masih aman. Namun saat melaju ke tengah landasan, pilot mengerem, namun diduga rem kiri tidak berfungsi, ujarnya lagi.

Akhirnya pesawat kehilangan kendali dan terus melaju hingga ujung landasan.

Akhirnya pesawat melaju dan jatuh miring, ujarnya.

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, pesawat sedang dievakuasi dari ujung runway hingga apron.

Membangun Bandara Ilaga

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat dikabarkan tergelincir karena kondisi landasan yang licin. Selain itu, cuaca di sekitar bandara juga berkabut.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh pilot tidak mendarat di Bandara Ilaga jika cuaca tidak mendukung. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pernah mengatakan akan mengembangkan bandara tersebut.

“Saya melihat runway apartemen pengirim kurang panjang dan menjadi perhatian Kementerian Perhubungan untuk segera membangunnya. “Bandara ini perlu dikembangkan,” kata Budi saat berkunjung ke Ilaga, 22 September lalu.

Dalam pengembangannya ke depan, Bandara Ilaga akan dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dilengkapi landasan pacu sepanjang 600 meter x 18 meter dengan 40 apron. Sedangkan terminal bandara memiliki luas 120 meter persegi.

Bandara ini juga dilengkapi dengan fasilitas kelistrikan seperti solar cell dengan generator 5 KVA dan fasilitas keamanan penerbangan yaitu metal detector, demikian bunyi keterangan tertulis Kementerian Perhubungan. – Rappler.com

HK Pool