• April 16, 2026
Polri merangkul negara-negara yang mendukung West Papua merdeka

Polri merangkul negara-negara yang mendukung West Papua merdeka

Organisasi Pembebasan Papua sejauh ini telah meresmikan tiga kantor

BANDUNG, Indonesia — Kepolisian Republik Indonesia mengadakan pertemuan kelompok kerja dengan Melanesian Spearhead Group (MSG) di Bandung, 23-24 Oktober 2017. Permasalahan yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah strategi keamanan regional, antara lain narkoba, penyelundupan senjata api, manusia. penyelundupan, keamanan lintas batas, terorisme dan radikalisme.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan di era internet ini, berbagai kejahatan yang melibatkan negara lain semakin terbuka. Untuk itu, Polri harus menjalin hubungan lebih erat dengan negara tetangga.

“Di kelompok ini kita akan bicara lebih operasional, kerjasama apa yang akan kita laksanakan, mulai dari kegiatan koperasi di bidang operasional, pertukaran informasi terkait masalah ini,” kata Tito kepada wartawan di acara tersebut.

Menurut Tito, pertemuan kelompok kerja ini merupakan pertemuan pertama yang dihadiri anggota kepolisian dari negara-negara MSG yang diadakan di Bandung. Tujuannya untuk memperkenalkan Bandung kepada delegasi yang datang dari berbagai negara di kawasan Pasifik. Apalagi Bandung mempunyai catatan sejarah sebagai kota tuan rumah Konferensi Asia Afrika.

“Udara di Bandung dingin. “Kami berharap udara dingin ini juga bisa mendinginkan pikiran sehingga menghasilkan diskusi yang benar-benar produktif,” kata Tito penuh harap.

Ulaiasi Ravula, perwakilan Fiji, mengapresiasi pendidikan yang dilakukan kepolisian Indonesia. Beberapa petugas Kepolisian Fiji menempuh pendidikan di Sekolah Kepegawaian dan Kepemimpinan Polisi (Sespim) dan kini menduduki posisi penting di Kepolisian Fiji.

“Fiji telah mengirimkan beberapa orang untuk bergabung dengan Sespim dan mereka memegang posisi penting di sana. “Dari penilaian Fiji, mereka yang dilatih atau mengikuti program Sespim Pori di Bandung Lembang semuanya mampu menunjukkan kepemimpinan yang baik,” kata Ulaiasi yang diterjemahkan Tito.

Sementara itu, Tito mengungkapkan, Indonesia kini telah menjadi anggota penuh MSG sejak April tahun ini. Selain Indonesia, MSG beranggotakan empat negara Melanesia, yakni Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu, serta Front Pembebasan Nasional Sosialis Kaledonia Baru dan Kanak (aliansi partai politik pro-kemerdekaan Kaledonia Baru).

Di Wikipedia, Papua Barat juga merupakan anggota MSG dengan status pengamat. Papua Barat diwakili oleh Sekretaris Jenderal Gerakan Bersatu Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) atau United Liberation Movement for West Papua.

Posisi MSG selama ini adalah mendukung kemerdekaan Papua Barat. Pada sidang tahunan Dewan Tinggi PBB di New York, Amerika Serikat, seperti dikutip dari laman The Guardian, 24 September 2017, Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai, mengatakan bahwa rakyat West Papua telah memberikan haknya harus diberikan. untuk menentukan nasibnya agar terbebas dari penjajahan.

Pada sidang PBB, dua perwakilan anggota MSG asal Kepulauan Solomon dan Vanuatu meminta Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyelidiki kasus pelanggaran HAM yang terjadi di West Papua.

Sementara itu, juru bicara ULMWP Benny Wenda mengklaim negara-negara Melanesia mendukung tindakan organisasinya di Papua. Faktanya, ULMWP telah mendirikan kantor pusatnya di Vanuatu. Organisasi Pembebasan Papua sejauh ini telah meresmikan tiga kantor. Selain Vanuatu, kantor cabang ULMWP dibuka di Kepulauan Solomon dan Wamena.

Menanggapi kerja sama Polri dengan MSG, Karopenmas, Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto menjelaskan, hal itu merupakan diplomasi Polri terkait kerja sama kepolisian. Kerja sama ini bertujuan untuk merangkul negara-negara di Melanesia sebagai sahabat Indonesia.

“Mereka punya kekuatan pendukung dalam hal perolehan suara negara. Sangat bermanfaat bagi hubungan internasional dengan Indonesia di dunia internasional, kata Rikwanto.Dalam kerja sama ini, lanjut Rikwanto, Polri akan berbagi ilmu dengan anggota kepolisian negara MSG.

“Ini adalah kerja sama antar negara. Jadi kami banyak membantu hal-hal yang berkaitan dengan kepolisian, pembangunan manusia, dan sebagainya. Keberhasilan yang kami sampaikan di Indonesia seperti cara kerja investigasi, cara melatih sumber daya manusia untuk penugasan internasional, bagaimana mereka meneladani sistem Babinkamitas di Indonesia. “Jadi mereka sangat tertarik,” kata Rikwanto.

—Rappler.com

SGP Prize