• April 20, 2026
Polda DIY memantau ketat aksi mimbar bebas mahasiswa Papua tersebut

Polda DIY memantau ketat aksi mimbar bebas mahasiswa Papua tersebut

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa Papua dan aparat kepolisian saat hendak berorasi di pinggir jalan

YOGYAKARTA, Indonesia – Polda DIY memantau aksi kebebasan berpendapat yang dilakukan mahasiswa Papua pada Kamis, 14 Juli. Siang hari, polisi mengepung asrama mahasiswa Papua di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta.

Sejumlah truk polisi dan petugas bersenjata terlihat berjaga di sekitar kediaman tersebut sejak Kamis pagi. Bahkan, aparat keamanan masih terlihat di lokasi hingga siang tadi.

Biasanya pengamanan supaya semua (situasi) kondusif, kata Kabid Humas Polda DIY AKB Anny Pudjiastuti saat dihubungi Rappler, Kamis malam, 14 Juli.

Jalan Kusumanegara ditutup sebagian dan menjadi jalan satu arah pada Kamis sore. Sepeda motor dan mobil polisi terlihat diparkir di tengah persimpangan Jalan Kusumanegara dan Jalan Kenanga untuk menghalangi kendaraan arah timur.

Anny menjelaskan, pengamanan polisi dilakukan untuk menjaga keamanan dan agar masyarakat tidak perlu khawatir.

Aksi mimbar bebas yang dilakukan mahasiswa Papua ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat sejak Rabu, 13 Juli. Dalam aksi tersebut, mereka menggelar panggung budaya, mimbar bebas, dan aksi damai hingga Sabtu 16 Juli.

Salah satu peserta mimbar bebas Asrama Papua, Goo Koteka Che mengatakan, acara tersebut berkaitan dengan KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) di Honiara, Kepulauan Solomon pada 14-16 Juli.

Acara ini juga bertepatan dengan peringatan 47 tahun Penetapan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 14 Juli mendatang, kata Goo.

Kebebasan berpendapat, kata Goo, berlangsung di halaman asrama mulai pukul 09.00 WIB. Ia mengaku melihat banyak polisi bersenjata yang berjaga di sekitar Jalan Kusumanegara.

Terjadi ketegangan antara peserta platform bebas dan polisi. Sekitar pukul 11.00, saat para peserta mimbar bebas hendak berorasi di pinggir jalan, polisi langsung bergegas maju dan memaksa mereka kembali ke asrama.

Aksi dorong-dorongan antara peserta platform bebas dengan polisi pun tak terelakkan. Menurut Goo, seorang rekannya terluka di bagian dahi.

“Dia terkena tongkat polisi,” katanya.

Video berikut diunggah ke media sosial oleh Goo dan menggambarkan aksi saling dorong:

Untuk mencegah terjadinya aksi dorong, polisi kemudian memarkir water canon tepat di depan pintu masuk kediaman. – Rappler.com

BACA JUGA:

Pengeluaran SDY