UMLWP tidak bisa menjadi anggota penuh MSG
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Sementara UMLWP mengklaim MSG hanya menunda keanggotaannya hingga September mendatang.
JAKARTA, Indonesia – Organisasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) gagal menjadi anggota penuh Melanesian Spearhead Group (MSG). Hal ini menjadi salah satu poin yang disampaikan pada KTT MSG yang berlangsung pada Kamis, 14 Juli di Honiara, Kepulauan Solomon.
Isu West Papua dan keinginan ULMWP menjadi anggota penuh MSG diprediksi akan mendominasi KTT yang sempat tertunda dua kali tersebut. Tim delegasi dari Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri Desra Believe.
Menurut laporan di situs Hawaii Public Radio, baik Indonesia maupun UMLWP bertujuan untuk menjadi anggota penuh MSG. Saat ini UMLWP masih berstatus anggota observer, sedangkan Indonesia berstatus anggota asosiasi.
Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri pada Kamis, 14 Juli, partisipasi aktif dan lobi intensif delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan 5 provinsi berbudaya Melanesia Indonesia berhasil meyakinkan para pemimpin MSG untuk tidak menerima keanggotaan ULMWP. . aplikasi.
Hasil ini tidak sesuai dengan harapan dan keyakinan gerakan separatis Papua/ULMWP bahwa mereka akan diterima menjadi anggota penuh pada KTT khusus MSG di Honiara, tulis Kementerian Luar Negeri dalam keterangan tertulisnya.
Desra mengatakan tidak ada tempat bagi ULMWP di masa depan MSG.
“ULMWP tidak lebih dari kelompok separatis,” kata Desra pada pertemuan puncak tersebut.
Ke depan, lanjut Desra, Indonesia akan terus berkomitmen mendorong dan menjadikan MSG sebagai organisasi progresif melalui kerja sama pembangunan nyata dan dialog konstruktif untuk mencapai tujuan bersama. Mantan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB ini juga menyampaikan undangan resmi kepada negara-negara anggota MSG untuk berpartisipasi dalam Bali Democracy Forum pada 8-9 Desember.
Hari ini KTT juga sepakat untuk membahas lebih lanjut pedoman keanggotaan yang akan diselesaikan pada bulan September 2016 di Port Villa, Vanuatu.
Tentu saja hal ini dilakukan dengan menghormati prinsip-prinsip hukum internasional yang mengatur hubungan antar negara, terutama penghormatan terhadap kedaulatan, tidak adanya campur tangan terhadap urusan dalam negeri negara lain sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Pembentukan MSG, kata Menlu. kata Kementerian. Luar Negeri.
versi ULMWP
Sementara itu, ULMWP mempunyai versi berbeda dalam melihat KTT kali ini. Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo melalui akun Facebooknya mengatakan, ULMWP bukannya gagal menjadi anggota penuh MSG, melainkan hanya tertunda.
“Permohonan kami telah ditunda pertemuan puncak khusus “Yang berikutnya sebelum September akan dilaksanakan di Vanuatu,” kata Victor.
Menurut Victor, keterlambatan ini hanya masalah teknis, yakni tidak dirumuskannya definisi keanggotaan secara tepat untuk menjamin diterimanya permohonan ULMWP. Bahkan, ia mengatakan ketiga anggota MSG yang mendukungnya akan segera membuat kesepakatan yang menyatakan bahwa mereka tidak hanya akan memperjuangkan ULMWP menjadi anggota penuh tetapi juga mengerahkan kekuatan negara-negara, baik di negara-negara Pasifik maupun di belahan dunia lain. dunia.
Keberatan ditolak
Dalam pertemuan tersebut, muncul rumor bahwa delegasi Indonesia telah diskors dari KTT tersebut. Namun Desra membantah keras rumor tersebut.
“Rumor tersebut jelas salah dan salah,” kata Desra kepada Rappler melalui pesan singkat, Kamis malam, 14 Juli.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan ULMWP hanyalah sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Menurut Arrmanatha, mereka kurang memiliki kapasitas untuk berkontribusi terhadap pembangunan dan kerja sama ekonomi.
“Kami yakin negara-negara anggota MSG akan melihat bahwa tujuan dibentuknya MSG adalah untuk bekerja sama dalam hal pembangunan. Oleh karena itu, negara-negara anggota didorong untuk melihat bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam hal ini. Sementara Indonesia bisa berkontribusi dalam pembangunan negara-negara kepulauan Pasifik, ujarnya pada Kamis 14 Juli di kantor Kementerian Luar Negeri. – dengan pelaporan oleh Santi Dewi/Rappler.com
BACA JUGA: